Benar, benarkah?

Benar adalah sesuatu yang didukung oleh bukti-bukti, baik itu bukti empirik, keyakinan, atau bukti-bukti lain yang bisa diterima oleh alak sehat. Benar adalah suatu sifat yang jika berbentuk kata benda menjadi kebenaran. Karena kata sifat maka benar tidak akan memiliki makna sebelum menempel pada sesuatu yang membutuhkan sifat untuk mempertegas posisi dan jati dirinya. Hal ini berbeda dengan kebenaran, karena sudah merupakan kata benda maka kebenaran itu sendiri sudah menjadi sesuatu yang bisa diterima eksistensinya.

Pendukung kebenaran inilah yang menjadi celah bagi sebagian orang untuk bermain-main dan mengambil manfaat padanya. Bahkan dengan bukti-bukti ini pulalah kadang salah bisa di sulap jadi benar dan benar bisa disulap menjadi salah. Orang beramai-ramai mengumpulkan bukti , informasi atau sebaliknya, menghilangkan bukti-bukti. Di bagian lain ada bukti-bukti yang di ganti dengan bukti lain atau istilahnya di biaskan sehingga terbentuk sebuah fakta baru yang ssungguhnya beda dengan benar sebagai sebuah kebenaran yang sesungguhnya. Ini dilakukan karena seseorang berkepentingan dengan adanya atau tidak adanya benar dan menghendaki benar yang lain. intinya realitas baru diciptakan untuk menutupi realitas yang sesungguhnya.

Mengapa hal ini terjadi?

Pada dasarnya jarang sekali orang yang tidak setuju dengan hakekat kebenaran, karena bagaimanapun orang tidak memiliki cukup kekuatan untuk menampik esensi dari benar dan kebenaran itu sendiri. Pada bagian lain orang juga sadar bahwa dirinya akan hancur jika berusaha melawan esensi dari benar dan kebenaran karena benar dan kebenaran itu sebenarnya bersifat universal. Intinya semua orang juga tahu mana yang benar dan mana yang salah. Lantas mengapa orang kadang masih bingung mana yang benar dan mana yang salah? mana kebenaran dan mana kebathilan?

Dari sinilah orang yang memiliki pikiran jahat dan mengambil keuntungan tidak halal dari orang lain memulai aksinya. Kita perlu menelusuri satu demi satu. Pertama: semua orang memang tahu mana benar dan mana salah. Tetapi setiap orang memerlukan data dan bukti pendukung yang mencukupi untuk bisa memutuskan mana yang benar dan mana yang salah. Ketika informasi yang dibutuhkan tidak tersedia maka orang akan menjadi ragu untuk memutuskan, bahkan dia bisa sama sekali tidak bisa mengambil keputusan. Disinilah titik rawan benar dan kebenaran bermula.

Kedua, kalaupun informasi tersedia, masih diperlukan nalar untuk menelaah dan menganalisis informasi-informasi yang masuk dan diterimanya, mana informasi yang sesuai dan mana informasi yang menyesatkan. Nalar yang kuat dan kritis akan sangat membantu seseorang dalam hal ini sehingga ia tidak terjebak pada kebenaran semu, kebenaran sementara, atau kebenaran palsu. Kebenaran seperti ini ada karena fakta di dukung dengan bukti-bukti dan informasi yang kelihatannya valid, tetapi informasinya sesungguhnya menyesatkan karena informasi yang sesungguhnya di sembunyikan atau bahkan dimusnahkan.

Ketiga, nalar kritis butuh keberanian untuk menghadapi resiko dan tantangan. Kadang orang takut untuk berpikir jauh, berpikir sebaliknya dan juga berpikir seandainya tidak. Kondisi ini juga sering dimanfaatkan orang untuk mengambil keuntungan dari pihak lain. Hal ini utamanya berkaitan dengan hal baru yang bersifat perubahan dan radikal, atau bahkan belum ada sebelumnya. Kebanyakan orang berpegang pada kebenaran lama dan usang tapi teruji daripada menggali sesuatu yang baru yang belum tentu valid kebenarannya. Keadaan ini justru dimanfaatkan oleh mereka yang menemukan fakta-fakta baru,informasi-informasi up to date dan berharga untuk mengambil keuntungan. Bisa dengan menyembunyikannya, menjadikan produk yang mahal bahkan sampai dimanfaatkan untuk mengontrol pihak lain. Beranikah berpikir yang lebih menantang?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: