mimpi mimpi itu

Pak karyo berjalan cepat menuju pasar. ia hendak membeli cangkul baru karena cangkul yang lama sudah butut. Setelah menabung dan cukup ia bergegas membawa tabungannya ke pasar. Takut nanti uangnya habis lagi. Mimpinya tentang punya cangkul baru telah menyemangatinya menabung, berjalan ke pasar dan mengesampingkan kebutuhannya yang lain. Mimpi tentang cangkul baru  membayangi hari-harinya. Dia menjadi bersemangat berpikir dan bekerja untuk dapat uang dan segera mendapat cangkul baru. Mimpi menyemangati pak karyo untuk mraih dan mendapatkan.
Wringht bersaudara berpikir dan bekerja keras. burung terbang dan layang-layang menjadi sumber ilham dan mimpinya walau bagi kebanyakan orang itu adalah hal biasa. Beberapa kali percobaannya gagal namun dia tidak putus asa. Akhirnya ia bisa menerbangkan besi walau hanya beberapa meter. Mimpi mereka mengilhami banyak orang untuk meneruskan mimpi besarnya. Kini orang bisa bepergian jarak jauh dengan waktu cepat karena naik pesawat terbang berkat mimpinya. Semangat dan kerja kerasnya menjadi inspirasi bagi jutaan orang sehingga pesawat menjadi seperti sekarang ini. Mimpi adalah penyemangat untuk melakukan dan mewujudkan.
Muhammad perih hatinya melihat ketidak beresan masyarakat Makkah dimana dia lahir, hidup dan menjadi besar. Dalam kebersahajaannya dia bermimpi melihat masyarakat beradab dan berperikemanusiaan. Dia merenung dalam waktu yang lama. Melakukan olah pikir, menyusuri nurani dan meneguhkan mimpi. Realias di depan mata mengusik keasyikan dia menggembala kambing, berdagang dan berumah tangga dengan khadijah. Mimpinya menjadikan dirinya berpikir mendalam dan membangun tekad. Akhirnya muhammad dipercaya menerima wahyu, mengajarkan pada umat manusia, berdasarkan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, keadilan, kesetaraan dan keikhlasan. Darinya lahir kekuatan melakukan perubahan, menjelma menjadi kesanggupan dan kerelaan mengabdikan pemikiran, tenaga, prakarsa, dan hidup untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam. Mimpi adalah kekuatan untuk melampaui cakrawala berpikir manusia saat itu, memasuki alam berpikir puluhan generasi di depannya.
—-
Di alam ini ada banyak misteri yang belum terpecahkan. Ada banyak keinginan yang belum terpenuhi. Ada banyak harapan yang belum tercapai. Ada banyak persoalan yang belum terselesaikan. Ada banyak ide yang belum terwujudkan. Ada banyak pekerjaan yang masih menumpuk. Ada banyak potensi yang masih berserakan. Ada banyak penindasan yang masih menyiksa. Ada banyak ketimpangan yang memerosotkan nilai kemanusiaan. Ada banyak pemikiran yang belum terdiskusikan. Ada banyak manfaat yang belum tergali. Ada banyak penyakit yang belum tersembuhkan. Ada banyak hal yang belum tercatat. Ada banyak konflik belum terselesaikan. Ada banyak cerita yang belum tertuliskan. Ada banyak kehidupan yang masih compang camping. Ada ayat tuhan yang belum terbaca. Bahkan ada banyak mimpi yang belum dibangunkan.
Mimpi kita mungkin terserak dimana-mana tapi lebih banyak kita abaikan, bahkan banyak yang kita tekan karena khawatir merepotkan di kemudian hari. Dalam beberapa kasus mimpi dianggap sebagai beban hidup dan menghabiskan banyak beaya. Lama-lama mimpi kita sebatas menjadi kembang tidur yang mudah terhapus sinar matahari pagi, menguap bersama embun. Pensikapan terhadap mimpi akhirnya tidak menjadi prioritas dan kadang dianggap sebagai mengada-ada, dan berlebihan, tidak mengaca pada kemampuan, dan dikhawatirkan membangunkan tidur dewa petaka karena mimpi dianggap dekat dewa petaka.
Di sudut sana memandang mimpi sebagai remeh temeh dan lebih mengedepankan keseragaman, upacara, seremonial, wisuda, peresmian, opening, pelantikan, dan deklarasi. mimpi harus di kesampingkan untuk menuju wisuda. Mimpi harus dilupakan  untuk mengikuti upacara. Mimpi harus digadaikan agar bisa mengikuti pelantikan, mimpi harus di pasung untuk memberi tempat pada seremonial-seremonial dan pesta-pesta. mimpi harus dimusnahkan demi keseragaman dan penyeragaman. Mimpi harus di jual untuk deklarasi kekayaan dan keangkuhan diri.
Mimpi yang dulu menjadi pakaian kebesaran Muhammad di padang gurun Makkah, pujangga di bukit-bukit Yunani, sastrawan Eropa, bangsawan Majapahit, ilmuwan abad pencerahan, kini berjatuhan dan tersangkut di akar-akar tanaman, di sarang laba-laba yang menempel bilik-bilik rumah petani miskin, dijalanan dan trotoar, di pengungsian, di saluran-saluran air yang mengering, di sampah-sampah pasar yang membusuk dan belum terbuang, di lorong-lorong sunan kuning dan sarkem, dibawah karpet lantai gedung dewan perwakilan rakyat, di hutan bakau yang menggundul, di hutan-hutan yang telah berubah menjadi lahan tak bertuan karena kayunya habis. Mimpi seakan menyebarkan ketakutan dan kekhawatiran. Mimpi tak ubahnya kemiskinan atau lebih tepatnya mimpi adalah hantu yang membayangi kehidupan saya, anda dan orang-orang yang membaca tulisan ini(?).
Manusia lupa bahwa segala yang bisa dinikmati saat ini merupakan pengjawantahan mimpi para pemimpi masa lampau. Mesin uap, mesin mobil, kapal dan pesawat terbang telah merubah konsep dan definisi orang bepergian. Waktu yang dulu dibiarkan berlalu saat ini sudah dihitung perhari, perjam perdetik bahkan hingga per semilyar detik. Waktu tidak sekedar dihitung dan di kalkulasi namun waktu telah melahirkan mimpi tentang jam, stopwatch, kecepatan, balapan, racing, hingga satuan-satuan dalam rumus. Mimpi telah menggeser waktu, tidak sekedar peralihan dari satu kejadian ke kejadian yang lain lagi. Mimpi bahkan telah merubah waktu menjadi komoditas dan peluang. Mimpi menjadikan waktu sebagai media berjualan dan melahirkan komoditas yang tidak terpikirkan sebelumnya. Seperti prosessor, handphone, supercar, yang kesemuanya itu mendasarkan waktu sebagai basis persaiangannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: