Nikmat punya hutang

Hutang menjadi salah satu elemen dalam hidup manusia. Hutang kadang disebut sebagai kredit dan kadang juga disebut bantuan. Orang desa kadang menyamakan hutang dengan pinjaman karena mereka memberikan hutang tanpa bunga dan tanpa jaminan. Sama seperti kita meminjamkan kendaraan pada teman. Modalnya percaya saja. Tapi beda dengan hutang perusahaan, hutang koperasi, kredit motor, sampai hutang luar negeri. Bahkan hutang bisa membelenggu karena salah dalam mengelolanya. Berbahagialah orang yang masih dipercaya untuk berhutang walaupun orang itu tidak harus berhutang atas nama kepercayaan itu.

Hutang, sebuah kata yang sering ditakuti banyak orang karena dikhawatirkan hutang akan menjadi beban dan pemikiran. Hutang akan menjadi catatan buruk prestasi perusahaan jika porsinya terlalu besar dan tidak rasional. Hutang juga bisa menjadi sumber konflik bila sebuah rumah tangga salah satu dari anggotanya terbelit hutang yang juga tidak rasional, tidak logis baik jumlah ataupun penggunaannya. Bahkan sebuah negara bisa bangkrut kalau terbelit hutang baik karena dikorupsi oleh pejabatnya ataupun ditipu oleh pemberi hutang. Itu sisi baik buruk hutang.

Dari sudut lain hutang memiliki sisi baik walaupun sepertinya hutang bukan sesuatu yang diharapkan. Saat ini banyak orang memiliki sepeda motor berkat dibukanya kepemilikan melalui proses hutang atau kredit. Perusahaan bisa berkembang karena ada fasilitas untuk berhutang demi menambah permodalan dan pengembangan usahanya. Banyak warga negara di negeri tercinta ini bisa memiliki rumah karena ada fasilitas kredit perumahan sehingga pembayarannya tidak memberatkan walaupun harganya mungkin bisa menjadi berlipat-lipat.

Artinya hutang sebenarnya merupakan alat dan sekaligus modal asalkan ada kemampuan mengelola dan mempertanggung jawabkannya. Hutang adalah cara cepat untuk ketersediaan uang cash daripada menunggu uang hasil kerja, gaji, hasil penjualan dan sebagainya. Kebutuhan akan uang cash tentu tidak menunggu sampai uang cash itu tersedia seperti yang sudah direncanakan. Dari itu maka hutang menjadi salah satu jalan agar ketersediaan uang tunai itu terpenuhi. Bukti bahwa fasilitas hutang ini bisa menjadi potensi yang menguntungkan dan memberikan hasil yang tinggi adalah bahwa hutang tidak bisa di lakukan sewaktu-waktu dan kepada siapa saja. Saat ini hutang perlu kepercayaan, melalui verifikasi dan survey, membutuhkan barang jaminan dan jumlahnya pun ada plafonnya.

Anehnya di negeri ini yang di atur adalah lembaga keuangan, koperasi, bank, pegadaian, dan orang yang tidak bisa membayar hutang. Belum pernah diatur bagaimana orang berkewajiban memberikan hutang. Selama ini hutang piutang berjalan alamiah dan karena alamiah maka yang kuat akan semakin kuat dan yang lemah juga kadang semakin lemah. Orang memberi hutang bukan karena semangat ingin menolong, tapi kadang karena semangat ingin mendapat keuntungan baik melalui bunga, beaya administrasi dan denda. Sebuah lembaga keuangan dianggap sukses jika bisa memperoleh keuntungan tanpa peduli bagaimana kondisi orang yang diberi pinjaman. Bahkan koperasi yang berbasis anggota pun tidak pernah menjadikan keberhasilan anggota sebagai faktor keberhasilan kerjanya.

Jauh disana ada posisi tersendiri bagi hutang yaitu suatu kenikmatan kecil. Hutang kadang bisa membangkitkan motivasi dan dorongan untuk lebih giat bekerja. Hutang karena ada kewajiban untuk membayar dalam rentang waktu tertentu maka mendorong untuk bekerja lebih keras. Ini tentu akan jauh lebih murah daripada mengundang orang pembangkit motivasi, mengundang guru besar untuk memberi kulilah tentang etos kerja atau mengundang dai untuk memberi ceramah. Hutang juga bisa menjadi alat sebuah negara untuk meningkatkan posisi tawar, bahkan menjadi kekuatan untuk memberi pengaruh pada pengambilan suatu keputusan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: