Nostalgia dari Ambarawa

Di Ambarawa ada situs sejarah yang cukup menarik yaitu museum kereta api. Museum yang didirikan sekitar tahun 70-an ini memberikan nuansa sejarah yang panjang di jalur Semarang, Purwodadi, Ambarawa, Magelang hingga ke Temanggung dan Parakan. Jalur ini merupakan jalur ekonomi besar di masa penjajahan Belanda dan menjadi peta geopolitik yang penting kala itu. Jalur ini juga memperlihatkan bahwa ekonomi waktu itu ditopang ekonomi agraris dan Belanda sungguh menguasai itu.

Angan pengunjung akan langsung terbayang pada lintasan kereta uap dengan bahan bakar kayu dan residu ketika menyusuri satu per satu lokomotif tua koleksi museum tersebut. Mulai dari yang bertenaga kecil hingga bertenaga ribuan tenaga kuda, koleksi-koleksi itu terbiarkan saja di tempat terbuka sehingga karat dan tangan jahil bebas merusak koleksi itu. Ada yang mulai keropos kena air hujan karena tidak ada atap, ada yang penuh corat-coret dan terkesan diurus seadanya.

Namun angan justru tertuju pada masa kejayaan kereta-kereta itu. Dari Semarang kereta itu ke arah Purwodadi. Disana ada banyak kayu jati yang tentu menjadi bahan bakar dari kereta api tersebut selain untuk meberl dan bahan bangunan. Setelah isi bahan bakar kereta kemudian melaju lagi menuju arah Bringin dimana di wilayah ini banyak sekali perkebunan karet, kopi, palawija dan tanaman perkebunan rakyat.

Salah satu stasiun kereta di Bringin adalah stasiun Gogodalem yang kini entah sudah seperti apa. Kereta terus maju ke arah Rawapening karena di kawasan ini ada banyak perikanan darat, Kopi di daerah asinan, tepatnya di sebelah utara dan barat laut, dan di sini ada stasiun Tuntang. Padi juga banyak sekali yang membudidayakan di pinggiran Rawa ini. Belanda bahkan membuat pembangkit listrik di aliran sungai Tuntang untuk menerangi perumahan elit mereka. Pembangkit listrik itu masih beroperasi hingga sekarang.

Dari Tuntang kereta menyusuri pinggiran Rawapening dan berhenti sejenak di Ambarawa. Disini urusan administrasi dan pemerintah di selesaikan sambil melihat indahnya pemandangan pegunungan yang melingkupi Rawapening. Di sini pulalah kelihatannya membangun basis militer. Disekitar Ambarawa ada kawasan wisata cukup menarik yaitu Bandungan, Gedongsongo selain Rawapening itu sendiri. Kemudian kereta menanjak menaiki dataran tinggi Bedono untuk berhenti di stasiun Secang. Dari Secang jalur terbagi menjadi dua. Satu ke arah Magelang untuk mengangkut sayuran segar dari kawasan Merbabu dan Merapi. Satu lagi ke arah Temanggung dan Parakan. Dari sini kereta akan memuat Tembakau.

Belanda paham betul kalau kawasan ini sungguh kaya dan berpotensi. Infrastruktur di bangun besar-besaran dan di kawasan ini pula di bangun pusat pemerintahan dan bisnis yang cukup besar. Maka ketika perjalanan kereta menuju arah semarang, komoditas yang dimuat kira-kira sebagai berikut: Di Stasiun Secang kereta penuh sayuran dan padi dari dearah Magelang. Kemudian satu rangkaian lagi penuh tembakau kualitas tinggi dari dataran tinggi Temanggung yaitu lereng gunung Sindoro dan Sumbing. Komoditas lain dari daerah ini adalah bawang putih dan juga padi.

Kereta kemudian melaju untuk mengambil muatan padi dan ikan darat dari stasiun Ambarawa setelah sebelumnya mengambil muatan kelengkeng berkualitas dari stasiun Bedono. kemudian kerema menyusuri pinggiran Rawapening menuju stasiun Tuntang. Stasiun TUntang kereta menaikkan komoditas perkebunan yaitu kopi yang tumbuh di pegunungan sekitar rawa. kereta kemudian menuju stasiun bringin dan Gogodalem untuk menaikkan muatan karet dimana daerah ini perkebunan karet luas sekali. Kereta api Ambarawa berjaya puluhan tahun sebelum terhenti di tahun 1976. Mengingatkan bahwa Jawa Tengah sungguh kaya dan kereta api pernah menjadi sarana penghisapan luar biasa oleh Belanda.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: