Managemen pemikiran, mengelola persoalan, serta problem solving.

Managemen pemikiran berkaitan dengan bagaimana seseorang mengembangkan pola berpikir, gaya dan strategi membangun gagasan dan ide, cara membaca sesuatu, hingga membangun kekuatan analisis. Kemampuan mengelola persoalan berupa pembagian porsi kekuatan dan kemampuan, waktu, tenaga, dan beaya untuk menghadapi persoalan hidupnya, hingga persoalan orang lain yang menjadi tanggungannya. Problem solving adalah gabungan kemampuan seseorang membaca dan menemukan akar dari sebuah masalah dipadukan dengan kemampuan untuk menemukan solusi terbaiknya dan tidak banyak resiko yang diakibatkan.

Kualitas seseorang dalam managemen pemikiran akan menjadikannya cemerlang dalam membangun ide dan gagasan yang efektif dan kadang memberi pengaruh besar dalam kehidupan orang banyak. Hal ini karena kekuatan berpikirnya memberikan kontribusi pada banyak hal terkait dengan kehidupan manusia secara umum. Kadang sebuah pola berpikir yang bagus akan ditiru orang lain serta menjadi kebiasaan yang dilakukan orang banyak.

Begitu pula dengan gaya dan strategi membangun gagasan dan ide. Gaya dan strategi seseorang dalam membangun gagasan dan ide berpengaruh pada seberapa besar gagasan dan ide itu diterima orang lain. Gaya dan strategi maksudnya : bagaimana seseorang membangun unsur-unsur dan proses yang mudah dan menyenangkan serta gambaran atas manfaat dan hasil yang akan didapatkan atas sebuah gagasan dan ide sehingga orang tertarik untuk melaksanakannya. Dengan demikian orang lain akan secara sukarela mendukung, melaksanakan dan membawa ide-ide itu dalam hidupnya. Beberapa orang lain yang memiliki kemampuan lebih tentu akan dengan suka rela memberi masukan dan perbaikan atas ide-ide itu tanpa diminta.

Cara membaca sesuatu menunjukkan seberapa dalam orang dalam memandang persoalan. Aspek dan dimensi berpikir yang lebih lengkap terhadap sesuatu tentu lebih baik daripada melihat dari satu aspek dan satu arah saja. Tentu hasil pandangan dan pembacaannya akan bias dan tidak lengkap.  Untuk bisa melihat sesuatu dari banyak aspek dan banyak dimensi dibutuhkan kemampuan, kesabaran serta kebiasaan berpikir yang komprehensif. Kebiasaan memandang sesuatu seperti ini perlu diajarkan dan dilatih atas seseorang sehingga menggantikan kebiasaan memandang sesuatu secara parsial dan subyektif.

Mengelola persoalan.

Mengelola persoalan sebenarnya rumus bagi setiap orang untuk menjalani hidup agar sukses. Ini berkaitan dengan membagi kekuatan berpikir dan analisa, pengembangan kemampuan, alokasi waktu, tenaga dan juga managemen sumberdaya. Termasuk dalam kategori sumberdaya seperti ketersediaanya sesuatu yang dibutuhkan di lingkungan sekitar, relasi dengan sesama, dan kemauan untuk belajar.  Komposisi yang tepat atas managemen potensi tadi akan banyak membantu seseorang dalam menghadapi sekian banyak masalah dalam hidupnya.

Semua masalah adalah penting, karena kalau tidak penting tentu tidak akan menjadi masalah. Tetapi keterbatasan sumberdaya serta berbagai hal lain sebagaikana disebutkan di alinea sebelumnya terbatas. Maka skala prioritas kemudian menjadi penting. Masalah kadang perlu untuk di selesaikan satu persatu, daripada menagani sekian banyak masalah namun tidak ada yang terselesaikan. Walaupun semua orang juga tahu bahwa hal seperti  ini tidak berlaku secara kaku.

Selain itu dalam memandang masalah hendaknya secara menyeluruh dan komprehensif. Keterbatasan waktu, tenaga, dan beberapa hal lain sering dituding menjadi biang keladi mengapa sebuah masalah tidak terselesaikan dengan baik hanya karena masalah tidak bisa dilihat secara utuh. Kondisi ini menyebabkan penyelesaian berlarut-larut karena bentuk solusi yang diterapkan tidak menyentuh akar masalah. Maka walaupun sudah dilakukan berbagai upaya, nyatanya masalah masih saja ada.

Problem solving.

Beberapa rumusan dan pola-pola penyelesaian masalah bisa dipakai dengan dimodifikasi di sana sini, sehingga menghemat waktu dan tenaga dibandingkan jika harus berpikir sendiri semua dari awal. Hanya saja sikap kritis dibutuhkan disini dalam memilih dan memutuskan pola penyelesaian mana yang hendak dipilih. Sehingga rumusan serta berbagai pola penyelesaian masalah temuan orang lain yang kita pakai tidak justru menjebak dan menimbulkan masalah baru.

Menyelesaikan masalah dengan tergesa-tesa hanya akan menimbulkan kamuflase, seakan-akan masalah selesai, tapi akar persoalan tidak terselesaikan, dan repotnya tak jarang hal itu justru menjebak kita pada persoalan yang datang kemudian. Managemen waktu menjadi penting disini, karena banyak juga masalah yang berkaitan dengan waktu. Penyelesaian dituntut cepat. Akan tetapi apapun itu, penyelesaian masalah secara tergesa-gesa, akan membuat kita menjadi tidak bijaksana, karena masalah tidak selesai.

Akar masalah perlu digali dan ditemukan sehingga solusi yang ditemukan akan tepat sasaran. Bisa jadi sebuah masalah merupakan akibat dari masalah lain yang lebih substantial, lebih besar dan lebih penting. Kegagalan mengungkap masalah adalah masalah besar yang selama ini menghantui banyak penyelesaian masalah-masalah besar. Akar masalah adalah pertama kali yang harus ditemukan sebelum memikirkan upaya menemukan solusi. Menemukan akar masalah adalah tahap  yang harus dilalui ketika anda hendak menyelesaikan sebuah masalah, bukan sekedar menyelesaikan sesuatu yang Nampak dipermukaan.

Dan ini akan menuntun anda kembali kepada kemampuan anda dalam melakukan analisis. Semakin tajam dan efektif anda melakukan analisis atas suatu masalah, maka akan semakin berpeluang anda menemukan akar masalah. Dengan demikian kemungkinan anda berhasil menyelesaikan masalah secara tuntas akan semakin terbuka.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: