Timpang,…

Setiap saya menyusuri lahan perkebunan di daerah Kab. Semarang, saya selalu ingat terjadinya ketimpangan penguasaan lahan antara petani penggarap lahan dan perkebunan selaku yang selama ini menguasai lahan. Raturan ribu petani di Kab. Semarang bergantung hidup dari lahan pertanian sempit, sementara ratusan hektar lahan dikuasai oleh segelintir orang yang bersembunyi dalam lembaga perkebunan. Petani miskin sementara di dekat mereka terbentang luas lahan subur, tapi tidak untuk mereka.

Begitupun Sore ini, ketika menyusuri lahan perkebunan karet di kawasan Pinggiran Ungaran, dengan batang karet yang tingginya belum ada satu meter, terlihat betapa lahan terhampar begitu luasnya seperti padang rumput di perbukitan-perbukitan. Di tengahnya membelah jalan beraspal rusak yang dilewati penduduk setempat yang sudah tidak lagi menjadi petani, tetapi kebanyakan dari mereka telah jadi buruh pabrik. Perkebunan menghisap potensi kekayaan di lahan ratusan hektar sementara penduduk di sekitarnya merelakan diri miskin dengan menjadi buruh pabrik yang UMK nya juga jauh dari standar kelayakan hidup.

Ketimpangan penguasaan lahan ini menjadi penyebab kemiskinan petani tidak pernah bisa terurai. Petani miskin, kehilangan kebanggaan sebagai petani karena lahan terlalu sempit, kehilangan mata pencaharian di wilayah mereka, terusir ke kota bahkan hingga ke luar negeri menjadi TKI dan tetap di dera kemiskinan.

Kawasan perkebunan selalu mengakumulasi lahan luas dan menyisihkan keberadaan petani di sekitarnya. Akumulasi lahan yang sedemikian luas menghilangkan potensi bagi petani untuk meningkatkan kesejahteraan. Akan tetapi sampai sekarang dari pihak pemerintah tidak pernah memikirkan bagaimana lahan-lahan yang dikuasai perkebunan di distribusikan kepada para petani penggarap yang sangat membutuhkan lahan untuk berproduksi. Sebagai gambaran saat ini PTPN IX menguasai lahan sekitar 30 ribu hektar, dan juga menggarap lahan lain seluas 30 ribu hektar juga.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: