Rakyat lebih cerdas dan lebih cepat tanggap,..

Dalam banyak hal, ternyata rakyat lebih cerdas, lebih responsif dan lebih cepat tanggap dalam menyikapi banyak hal daripada pejabatnya. Hal ini terasa tragis mengingat pejabat adalah orang yang seharusnya mendedikasikan diri untuk melayani rakyat dalam segala aspeknya. Tapi realitasnya rakyat harus menyelesaikan sendiri persoalannya yang seharusnya di eksekusi oleh pejabat yang berhak untuk bertindak atas nama rakyat. Celakanya lagi saat ini banyak pejabat yang justru menjadi beban rakyat, dibayar dari uang rakyat, tapi tidak produktif karena lambat bekerja atau membuat kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat.

Ada dua contoh kongkrit di daerah salatiga dan kabupaten semarang dimana rakyat lebih cepat – bahkan lebih cermat dan efisien- menanggapi sesuatu daripada pejabatnya. Pertama, adalah contoh respon yang lebih cepat. Kedua adalah contoh dimana kebijakan parapejabat tidak jalan dan justru keputusan rakyat bisa berjalan lancar.

Contoh pertama adalah jalan lingkar Salatiga. Dengan cepat masyarakat menjadikannya sebagai tempat wisata menarik yang murah, indah dan segar. Masyarakat berbondong-bondong menjadikan jalan lingkar salatiga sebagai tempat berlibur, jalan-jalan, kongkow-kongkow, berfoto-foto, berjualan, dan berinteraksi sosial. Banyak diantaranya mengupload foto-foto mereka di Facebook. Sementara para pejabat jangankan berpikir sampai disitu, pekerjaan utamannya saja belum selesai, traffic light belum lengkap, dan marka belum semua dikerjakan.

Contoh kedua adalah beberapa ratus meter dari ujung utara jalan lingkar Salatiga, yaitu PIKK dan kawasan Lopait (sejak ujung utara jalan lingkar Salatiga hingga SPBU Lopait). Pejabat dan rakyat beradu konsep tentang “berjualan” dan lagi-lagi rakyat yang keluar sebagai pemenang. PIKK sebagai konsep berjualan dan memerkan potensi sekitar Rawapening, yang dilahirkan dari para pejabat pariwisata sepi dan tidak optimal. Sementara kawasan Lopait, kanan-kiri jalan dipenuhi lapak-lapak yang senantiasa ramai, siang dan malam. Sekali lagi prakarsa rakyat lebih efektif dan cerdas daripada prakarsa para pejabatnya.

Selanjutnya bisa ditebak, dua hal ini karena letaknya berdekatan maka bisa jadi akan bersatu menjadi centra wisata yang tumbuh dan berkembang atas prakarsa cerdas masyarakat. Setelah capek jalan-jalan, foto-foto, dan kongkow-kongkow, pengunjung bisa berbelanja di kawasan Lopait, tapen dan sekitar ujung utara jalan lingkar itu. Dan bukti semakin nyata bahwa rakyat sebenarnya cerdas, berpikir efektif dan cepat dalam menghadapi persoalan mereka.

Pertanyaannya adalah, kemana selama ini para pejabatnya? pertanyaan ini serasa menggelitik, mengingat para pejabat bekerja di beayai dari uang rakyat, seberapapun mereka minta melalui anggaran yang mereka ajukan dan disetujui DPRD. Sepinya PIKK dan ramainya kawasan lopait menunjukkan bahwa pejabat bekerja tidak efektif dan kurang memberi manfaat nyata pada rakyat. Di sisi lain cepatnya respon masyarakat salatiga dan sekitarnya atas pemanfaatan jalan lingkar salatiga dan lambatnya penyelesaian pekerjaaan dan kelengkapan jalan itu menunjukkan rakyat berpikir lebih cepat dan efektif dari para pejabatnya./

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: