Pendidikan yang menyadarkan (2)

Ending dari proses perombakan peraturan di komunitas belajar qaryah thayyibah adalah aturan di ubah dan beberapa yang dirasa memberatkan, menghalangi kreatifitas, tidak mendorong produktifitas, di remove. Harapannya akan terjadi peningkatan kreatifitas, adanya kenaikan produktifitas, dan hilangnya keluh kesah warga belajar karena aturannya justru membelenggu. 

Waktu tetap berjalan ketika beberapa hari kemudian aturan yang baru kemudian benar-benar dilaksanakan. peningkatan kreatifitas dan kenaikan produktifitas tentu tidak secepat install sebuah software apalagi secepat copy paste sebuah file. Apapun aturannya dan siapapun yang melaksanakannya tentu tidak bisa lepas dari hukum alam bahwa proses harus berlangsung. Dan sukses bukanlah pemberian. Serta sebagus apapun aturan dan system yang ada ujung-ujungnya kembali juga pada semangat dan komitmen para pelaku dalam menjalankan dan meyakininya.

Dengan kata lain, adalah terlalu dini untuk menilai apakah sebuah aturan dan system itu berkualitas serta benar-benar mendukung kreatifitas dan produktifitas hanya dalam hitungan hari. Proses harus dijalankan, komitmen harus dipegang dan semangat harus senantiasa ditumbuhkan. kurang lebih seperti itu kata-kata beberapa pendamping dalam menemani diskusi pembahasan aturan beberapa waktu lalu.

Pertanyaan lain yang muncul kemudian sudahkan system yang dibangun dan dibongkar kemudian dibangun lagi ini mampu menyadarkan? Karena prakarsa mendirikan sekolah alternatif qaryah thayyibah itu berangkat dari nawaitu bahwa pendidikan harusnya menumbuhkan kesadaran kritis dan kesadaran progresif. Dengan kata lain manusia sebagai output dari system pendidikan harus beranjak dari kesadaran magis dan kesadaran naif.

Ini adalah prinsip yang kemudian dijabarkan dalam proses yang berjalan terus menerus dalam pendidikan itu sendiri sehingga hasil akhir dari pendidikan adalah manusia yang memiliki kelengkapan kesadaran kritis dan progresif. Dan tentu ukurannya bukan sekedar selesai pada diskusi dan perdebatan saja dengan kata lain ketika sebuah permasalahan sudah ada uraian jawabannya seakan-akan permasalahan itu sudah selesai.

….

Dan, terlepas dari seperti apa hasil yang di dapat dari diskusi panjang pembahasan perubahan system belajar di qaryah thayyibah ini ada konklusi yang bisa diambil. Warga belajar qaryah thayyibah  (mulai) belajar berpikir tentang belajar (tidak sama dengan pendidikan).  Dan semoga hasil selanjutnya adalah kesadaran kritis mulai tumbuh untuk kemudian melahirkan kesadaran progresifnya, amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: