menggagas managemen potensi pangan indonesia

Indonesia ini kaya raya, dan seharusnya kekayaan indonesia menunjang pada kesejahteraan rakyat indonesia. Begitu juga dalam hal pangan. Gemah Ripah Loh Jinawi merupakan gambaran tentang tanah subur dan kekayaan potensi INdonesia. Namun hukum alam telah menjelaskan bahwa kekayaan dan segenap potensi tidak pernah berpengaruh pada kesejahteraan kalau tidak dikelola dengan baik dan bijaksana. Salah salah kekayaan dan potensi justru menyengsarakan bangsa ini sebagaimana sejarah telah menjelaskan hal tersebut. Tiga setengah abad bangsa ini terjajah oleh sebab kekayaan dan potensi yang dimiliki. ketika bangsa ini mementingkan diri sendiri, mementingkan kepentingan kelompok, dan bahkan banyak yang justru mengambil keuntungan sesaat dengan menjadi pegawai dan kaki tangan penjajah. maka yang terjadi adalah justru bangsa ini bagaikan ayam yang mati di lumbung padi.
Potensi dan kekayaan alam ini harus di syukuri. Syukur artinya mengelola dan mengontrol apa yang dikaruniakan tuhan dengan baik, tidak eksploitatif, tidak rakus, tidak pula untuk memperkaya diri. hal ini mengacu pada firman tuhan bahwa jadi manusia dilarang jadi serakah, menumpuk numpuk harta/ takatsur, dan juga semangat untuk selalu memperhatikan kehidupan orang lain. Prinsip inilah yang seharusnya diterapkan dalam mengelola kekayaan dan potensi pangan Indonesia. pengelolaan kekayaan dan potensi pangan harus menganut prinsip tidak eksploitatif, tidak untuk kepentingan tertentu saja, dan juga memperhatikan kepentingan umat dan bangsa ini secara umum.
Pelajaran dari sejarah bangsa ini menunjukkan bahwa penjajah telah mengeksploitasi kekayaan negeri ini untuk membangun negeri mereka. Kopi, teh, padi, jagung, tembakau, karet, kayu jati, dan lainnya, semua diangkut ke negeri antah berantah. Dan  celakanya para penjajah ini memanfaatkan anak negeri ini yang berpikiran sempit, berorientasi kekuasaan dan kekayaan pribadi, tidak berpihak masa bangsanya sendiri, untuk lebih memilih menjadi kaki tangan dan antek penjajah. Maka makin lancarlah upaya penjajah mengeruk harta dan kekayaan Indonesia.
Berarti harus dipahami bahwa seluruh kekayaan dan potensi indonesia harus diperuntukkan bagi peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia. Pemerintah wajin menyusun rencana kerja dan roadmap pangan indonesia berbasis pada kekayaan yang ada di Indonesia. Kebijakan pangan harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan dan kedaulatan bangsa ini. potensi yang belum berkembang tentu harus dikembangkan dan dicari solusinya. adalah tidak beradab ketika sebuah potensi belum berkembang atau terkendala tetapi justru ditingkalkan untuk kemudian membuka kran import misalnya. tentu akan menyebabkan potensi itu akan mati atau jatuh pada bangsa lain.
Contoh, Ribuan hektar lahan sawah menganggur ketika musim kemarau. Hal ini potensi yang terhambat pengembangannya. Maka hal ini perlu dicarikan solusinya. Begitu pula dengan lahan sayur dan komoditas lainnya. Pengembangan menjadi penting karena selain terpenuhinya kebutuhan, juga akan meningkatkan kesejahteraan bagi para petani itu sendiri yang menggarapnya. Tapi kalau solusinya adalah import itu merupakan solusi sesaat dan hanya menjadikan bangsa ini kembali ke tangan penjajah. Petani penggarap semakin terpinggirkan dan persoalan yang menghambat pengembangan potensi itu selamanya tidak akan terselesaikan. Akan selamanya pula ribuan hektar lahan pertanian menganggur sepanjang musim kemarau. jab

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: