Pahlawan bangsa itu,…

Bulan November, adalah bulan dimana hari pahlawan diperingati, tepatnya tanggal 10 November. Pada bulan itu di tahun 1945 puluhan ribu orang rakyat Indonesia turun berperang menghadapi Belanda. Puluhan ribu orang pula yang mati, demi mempertahankan kedaulatan Indonesia. Perjuangan dan pengorbanan mereka hingga titik maksimal, titik tertinggi yang bisa dikorbankan seorang anak bangsa, mati. Ya, mati demi bangsa Indonesia di medan perang. Ini tentu jauh melampaui perjuangan dengan harta benda, waktu dan tenaga, kemampuan dan pemikiran, uang dan apalagi sekedar sumbangan. Titik ini adalah kulminasi perjuangan seorang pejuang.

Pahlawan adalah pejuang yang memiliki itikad, kerelaan, kenekatan dan kegilaan yang luar biasa, terlepas dari bidang apa yang dia geluti. Kepahlawanan seorang pejuang akan terlihat ketika dirinya dan orang lain mulai bisa melihat, merasakan, mendapatkan manfaat dan diuntungkan dengan perjuangannya. Walaupun kadang orang lain bisa melihat, merasakan, mendapatkan manfaat serta merasa diuntungkan setelah perjuangan berlangsung puluhan atau bahkan ratusan tahun. Banyak dari para penemu baru di akui temuannya setelah puluhan atau bahkan ratusan tahun kemudian. Tetapi hakekatnya mereka adalah pahlawan sejati, yang kerja kerasnya bahkan pengorbanannya memberi manfaat untuk orang lain, bahkan sebuah bangsa.

Semangat untuk berjuang biasanya timbul ketika motivasi untuk melakukan sesuatu sudah sedemikian kuatnya. Keyakinan dan kecintaan biasanya menjadi motivasi paling kuat bagi seseorang untuk memulai perjuangannya, juga pengorbanannya. Demikian pula puluhan ribu pejuang yang gugur di perang Surabaya adalah karena keyakinan akan kedaulatan dan cintanya kepada bangsa Indonesia. Mereka bersemboyan merdeka atau mati. Mati lebih terhormat daripada menjadi bangsa yang hina karena terjajah. Tak rela bangsanya dihina mereka kemudian merelakan diri untuk berjuang demi kehormatan dan kedaulatan indonesia. Mati pun rela. Padahal ketika sudah mati berarti tidak bisa lagi menikmati hasil perjuangan mereka.

Sudah selayaknya bangsa Indonesia saat ini meneladani semangat perjuangan dan kepahlawanan para pejuang. Berkat kegigihan, keberanian, kerelaan dan pengorbanan mereka maka Indonesia bisa menjadi seperti sekarang ini, merdeka. Menjadi kewajiban bagi seluruh anak bangsa ini untuk melanjutkan perjuangan, demi kehormatan bangsa ini. Bagaimana kehormatan dan kesejahteraan bangsa ini terangkat, keadilan tegak, kemakmuran terbangun. Dimana segala potensi di Indonesia bermanfaat sebesar-besarnya untuk rakyat. Bagaimana semangat perjuangan, jiwa kepahlawanan dan kecintaan yang besar terhadap bangsa dan tanah air menyemangati hari hari berjuang seluruh anak bangsa.

Adalah bodoh ketika ada anak bangsa yang masih bangsa menjadi bagian dari bangsa asing, tetapi mencari hidup di indonesia tercinta ini. Adalah jahat luar biasa ketika ada anak bangsa yang justru menjual kehormatan dan kedaulatan bangsa ini demi kenikmatan dan kekayaan pribadi. Dan biadab luar biasa ketika ada anak bangsa yang justru menjerumuskan bangsa ini menjadi korban keserakahan dan kedzaliman penjajahan model baru sehingga bangsa ini terpaksa menjadi bangsa kacung, bangsa kuli, bangsa pekerja untuk bos.

Realitas bangsa saat ini tak kalah pelik dari ketika jaman penjajahan. dahulu secara politis dan ekonomi bangsa Indonesia di jajah. Musuhnya jelas, penjajah Belanda. Saat ini bangsa ini dililit masalah yang membutuhkan keberanian berjuang dan jiwa pelahlawanan tinggi. Korupsi, kemiskinan yang memecah belah, masyarakat yang mengambang, politik pasar bebas, birokrasi dan aturan perundang undangan yang lebih berpihak pada pemilik modal dan segudang masalah lainnya. Musuhnya lebih tersamar, karena para kapitalis menyelinap dibalik wajah orang Indonesia itu sendiri. Sama ketika penjajah menggunakan sebagian anak bangsa sebagai kaki tangan.

Pemilihan strategi yang cerdas dan tepat, persatuan dan kesatuan, adalah kunci keberhasilan perjuangan. Karena strategi yang salah dan perjuangan yang sporadis sangat mudah dipatahkan. Bahkan pelajaran sejarah membuktikan bahwa perjuangan yang sporadis justru sangat mudah diadu domba. Dengan adu domba kekuatan akan patah dengans sendirinya sebelum menghadapi musuh sesungguhnya, penjajah. Dan hingga saat ini penjajah masih memakai strategi lama itu, karena memang efektif.

Kesadaran seperti itu perlu ditumbuhkan kembali sehingga bangsa ini tetap memiliki pejuang, pahlawan pemberani dan Indonesia tetap dicintai rakyatnya. Sehingga semboyan sadumuk bathuk sanyari bumi tetap menjadi landasan perjuangan. Rawe rawe rantas malang malang puthung tetap menjadi slogan keberanian dan mewujud dalam pribadi anak bangsa yang cinta akan tanah airnya, cinta akan bangsanya, cinta akan rakyatnya.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: