Nulis lagi

setelah lama tidak mengunjungi blog ku tersayang, akhirnya berkesempatan datang lagi. entah apa saja yang menyebabkan blog ku selama ini tidak mendapatkan tulisan dariku. tetapi intinya menulis itu semua orang bisa. tetapi tidak setiap saat orang bisa “menulis”. Menulis itu ternyata tidak semudah orang omong, tinggal apa yang ada di pikiran disuarakan. orang bisa menulis sebagaimana orang bisa omong, tetapi tidak setiap hari orang bisa menulis sebagaimana setiap hari orang bisa omong.
Kita belajar pemikiran dari orang-orang terdahulu dari pikiran dan pendapat yang mereka tuliskan sehingga generasi selanjutnya masih bisa mendapatkan jejak pemikiran-pemikiran yang berharga. Soekarno orator ulung, tetapi kita belajar padanya dari tulisan-tulisan yang ditinggalkan. karena pikiran dan pandangan yang diomongkan lebih mudah didapatkan daripada rekaman video Soekarno yang ditinggalkan. Apalagi ketika jaman itu rekaman video masih sangat sedikit. tentu tidak seutuh pikiran yang tertuang dalam buku dibawah bedera revolusi misalnya.
Jaman sekarang teknologi digital untuk recording semakin maju. Mungkin orang berpikir saat ini tidak perlu lagi menulis karena bisa saja seluruh omongannya di rekam baik rekaman video maupun audio. sewaktu-waktu dibutuhkan tinggal diputar ulang. pendapat seperti itu juga boleh walaupun tentu belum bisa menggantikan kekuatan menulis. Tetapi juga bukan berarti merekan video dan audio tidak penting. Karena bisa menjadi antisipasi dan opsi yang bisa ditempuh dalam rangka mendokumentasikan sebuah gagasan, pemikiran dan pandangan yang bermanfaat bagi pembaca dan ausien nya.
Kadang ada saat dimana menulis terasa sangat berat. Dan bertambah berat ketika keinginan hati sangat kuat untuk menulis, tetapi otak dan tubuh tidak mau diajak kompromi. Ada banyak keinginan dan pandangan yang harus dituangkan tetapi otak lebih mementingkan kegiatan lain dan tubuh lebih memilih kegiatan lain yang mengasyikkan. pergolakan semacam ini terkadang sampai mengorbankan ide-ide cemerlang, pandangan dan pemikiran besar yang akhirnya terkubur waktu karena tidak segera tertuangkan dalam tulisan. Ketika otak dan tubuh sudah kembali terseret di depan komputer ide pemikiran dan pandangan terlanjur hilang. situasi seperti ini sungguh berat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: