Potensi sungai di Jawa: bagaimana capres Jokowi mengelolanya?

Capres Jokowi mau mengembangkan energi alternatif terbarukan melalui penambahan pembangunan waduk. Selain itu waduk juga dibangun untuk menyediakan air bagi petani agar memberi kontribusi terhadap kedaulatanpangan. Waduk tidak bisa terpisahkan dengan sungai dan daerah tangkapan air atau catchment area. Kira-kira seperti apakah potensi daerah tangkapan air, potensi sungai di pulau jawa yang ada saat ini?

Das Bengawan Solo

Pulau jawa menarik untuk di bahas karena beberapa hal; pertama tingkat kepadatan penduduk di Jawa tinggi dalam sebuah pulau yang kecil sehingga penerima manfaat pembangunan lebih besar. Kedua Jawa sebagai bagian dari Indonesia wilayah barat memiliki daerah tangkapan air dengan curah hujan diatas 1900 mm, cukup tinggi untuk mengumpulkan kekuatan air menjadi waduk. Ketiga, walaupun jawa pulaunya kecil, tetapi ada banyak sungai yang terbentuk dari berbagai daerah tangkapan air yang ada sehingga menjadi energi potensial yang bisa dikelola dengan baik.

Jawa Barat, termasuk DKI dan Banten, sebenarnya memiliki banyak daerah resapan air yang membentuk

DAS Jratunseluna

beberapa sungai. Tak kurang dari 11 daerah tangkapan air yang membentuk sungai. Diantaranya daerah tangkapan air Citarum yang merupakan catchment area terbesar di jawa barat, kemudian Citandui yang bermuara dengan wilayah di jawa tengah, juga daerah tangkapan air di Cimanuk yang melingkupi area sekitar Kuningan, hingga cirebon dan indramayu.

Jawa Tengah juga memiliki potensi yang cukup besar. Bengawan Solo merupakan sungai dengan daerah tangkapan air terluas di Jawa Tengah. Bahkan kalau digabung dengan daerah tangkapan air di Jawa Timur dimana Bengawan Solo berada, maka akan menjadi sungai dengan daerah tangkapan air terluas di pulau jawa. bila digabung maka luas catchment area sungai ini 15.400 km2, lebih luas dari catchment area Sungai Brantas di Jawa Timur. Catchment area Sungai Serang juga luas. Areanya meliputi Sukoharjo, Solo, Karanganyar, Sragen, Ngawi, Blora, Bojonegoro, Lamongan dan Gresik sebelum akhirnya bermuara di Laut Jawa.

DAS Citarum

Masih di Jawa Tengah, ada sungai serang yang memiliki daerah tangkapan air yang berhulu di Gunung Merbabu. Wilayanya meliputi  Kabupaten Boyolali, Kabupaten Semarang Kabupaten Grobogan, Kabupaten Demak dan Kabupaten Jepara. Di daerah tangkapan ini sudah ada waduk kedungombo. Tangkapan air lain yang cukup potensial dan sudah dikenal luas adalah daerah sungai Tuntang. Di sana ada 2160 km2 daerah tangkapan air yang saat ini sudah dibangun bendungan besar untuk membangkitkan listrik di Jelok Tuntang. Aliran sungainya banyak dimanfaatkan para petani di daerah bawahnya. Selain itu ada sungai Jragung, Juwana, yang kemudian di kenal dengan Jratunseluna. DAS ini wilayahnya cukup luas. Meliputi Kabupaten Blora , Kabupaten Boyolali , Kabupaten Demak , Kabupaten Grobogan , Kabupaten Jepara , Kabupaten Kudus , Kabupaten Pati , Kabupaten Rembang , Kabupaten Semarang , Kabupaten Sragen , Kota Salatiga , Kota Semarang.

Kemudian di Jawa Tengah ada sungai Serayu, dengan waduknya yang cukup besar yaitu waduk Mrica. Sungai ini memiliki daerah tangkapan air tak kurang dari 3700 km2. wilayahnya meliputi  Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Kebumen, dan Kabupaten Cilacap.

Di Jawa Timur ada Sungai Brantas, sungai cukup besar di Jawa Timur setelah Bengawan Solo. Disungai ini ada Waduk Karangkates. Sungai ini berhulu di daerah Blitar, mengalir melalui kediri kemudian bermuara di Laut jawa setelah sebelumnya melewati wilayah Jombang dan Mojokerto. Brantas dan Bengawan Solo jika digabungkan akan menjadi potensi yang sangat besar, karena jika digabung, kedua sungai ini melingkupi area seluas tidak kurang dari 16.500 km2.

Paparan Jokowi tentang pengembangan energi terbarukan memang cukup logis karena memang ada banyak potensi sungai yang bisa dikembangkan. tidak kurang dari 72.419 km persegi daerah tangkapan air di Jawa ini yang bisa dikembangkan. Kita semua berharap Pak Jokowi mengoptimalkan pemanfaatan potensi sungai tadi untuk kepentingan energi terbarukan seperti pembangunan PLTA, mikrohidro, dan tentu saja irigasi lahan pertanian. Managemen air kemudian menjadi isu penting dalam hal ini. Hal lain yang bisa dikembangkan dari sungai adalah wisata seperti arung jeram, memancing, dan beberapa event lain./jb

diolah dari berbagai sumber.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: