Membangun Organisasi

Dalam sebuah kunjungan kepada salah satu sesepuh organisasi, diceritakan bahwa bulan syawal artinya bulan peningkatan. Maka silaturahmi, bermaaf-maafan dan saling memaafkan harusnya dimaknai sebagai semangat untuk membangun segala sesuatu agar lebih meningkat, menuju kepada hal yang lebih baik. Ketika tidak terjadi peningkatan setelah melewati bulan ramadhan dan syawal maka sejatinya belum bisa dikatakan berhasil meraih kemenangan selama Bulan Ramadhan.

Dalam sebuah renungan, pesan Syawal ini patut diresapi khususnya terkait dengan lembaga pemuda SPPQT yang bernama lumbung sumber daya pemuda qaryah thayyibah ini. Lembaga yang telah berumur 2 tahun ini nyaris belum beranjak dari posisi startnya. Posisinya memang masih dalam taraf bertahan hidup, ditengah keraguan dan kegamangan para anggota LSDP-QT yang satu per satu seakan mundur teratur, tidak menampakkan diri.

Perlu kiranya melihat perjalanan LSDP-QT sebagai sebuah organisasi yang memiliki visi, misi, program, kegiatan, garis perjuangan bahkan manifesto politik. Pada bagian lain LSDP-QT juga memiliki infrastruktur organisasi, berupa kepengurusan atau perwakilan dari anggota, pelaksana harian sebagai eksekutif, dan mekanisme organisasi berupa anggaran dasar dan anggaran
rumah tangga. Di bagian lain LSDP-QT juga memiliki status pendirian organisasi, yaitu telah tercatat di notaris, memiliki perangkat kerja cukup memadai berupa beberapa perangkat komputer, koneksi internet setiap saat, kantor telah disediakan dan juga dukungan peralatan lain dari bidang pemuda di SPPQT.

Sekiranya perlu untuk membuka kembali referensi atau rujukan mengenai aspek-aspek dalam membangun sebuah organisasi. Harapannya LSDP-QT bisa melangkah lebih kencang dalam mencapai tujuan-tujuan dan perjuangan yang telah dicanangkan dengan sepenuh kesadaran dan tertuang dalam lembaran-lembaran penting organisasi, dalam anggaran dasar, visi, misi, program, kegiatan, garis perjuangan bahkan manifesto politik.

Perilaku Organisasi
Dalam perjalanan mencapai tujuan-tujuannya akan membentuk semacam perilaku organisasi. Perilaku organisasi ini kemudian mencirikan jati diri organisasi tersebut sehingga pihak lain bisa mengenali dan mendefinisikan siapakah sebenarnya organisasi tersebut. Pada akhirnya perilaku organisasi tersebut lambat laun akan mencirikan karakter dari organisasi itu dalam mengapai
cita-cita perjuangannya.

Banyak hal yang mempengaruhi perilaku sebuah organisasi. Diantaranya adalah proses, iklim, motivasi, budaya, struktur, norma kelompok, gaya managemen dan tentu saja pengaruh dari luar. Faktor-faktor tadi kemudian disandingkan dengan faktor penting yang ada dalam sebuah organisasi yaitu tujuan bersama, struktur organisasi yang dipakai, proses dan mekanisme
mengkoordinasikan kegiatan, dan faktor penting yang tidak bisa diabaikan adalah faktor manusia yang memegang dan melakukan peran-peran penting yang berbeda-beda.

Budaya organisasi
Budaya organisasi adalah nilai dan kepercayaan yang berlaku dan mengikat seluruh pihak dalam organisasi tersebut. Mungkin budaya organisasi ini ada yang tidak tertulis, tetapi elemen organisasi akan berupaya mempertahankannya dan mempergunakannya untuk dijadikan dasar dan landasan dalam pengambilan keputusan organisasi.

Budaya organisasi yang berkenaan dengan benda atau barang mati misalnya: budaya terhadap waktu, efisiensi, diri pribadi setiap orang, tindakan dan budaya kerja. Budaya organisasi yang berkenaan dengan personal atau manusia misalnya: terhadap anggota, karyawan, produksi, managemen, masyarakat sekitar, mitra, dan Capaian kinerja organisasi. kalau organisasi ekonomi diukur dengan laba yang diperoleh. Budaya yang berkenaan dengan efektifitas organisasi meliputi: efisiensi, kepemimpinan, motivasi, kinerja komitmen dan kepuasan.

Organisasi yang sehat
Berkaitan dengan semangat peningkatan dan perubahan maka bisa dirangkai indikasi dari sebuah organisasi yang sehat. Organisasi yang sehat akan memperbesar capaian perjuangan dari organisasi itu. Harapannya penerima manfaat dari kinerja organisasi yang sehat akan lebih besar, lebih banyak dan lebih berkualitas.

Ciri-ciri organisasi yang sehat adalah :

  1. mendefinisikan dirinya sebagai sistem
  2. mempunyai sistem penginderaan yang kuat untuk menerima informasi terbaru
  3. mempunyai rasa tujuan yang kuat
  4. beroperasi dalam mode bentuk mengikuti fungsi
  5. menggunakan managemen tim sebagai mode yang dominan
  6. menghormati pelayanan konsumen
  7. managemen digerakkan oleh informasi
  8. keputusan dibuat di tingkat yang paling dekat dengan pelanggan atau konstituen
  9. mempertahankan keomunikasi yang relatif terbuka di seluruh sistem
  10. para manager dan tim dinilai dari kinerja dan kemajuan yang dihasilkan
  11. organisasi beroperasi dalam suatu mode pembelajaran
  12. toleransi yang tinggi dalam hal-hal berbeda, tetapi menghargai inovasi dan kreatifitas
  13. memperhatikan kesejahteraan dan tuntutan keluarga
  14. memiliki agenda sosial yang eksplisit
  15. memberikan perhatian pada pekerjaan yang efisien.

Referensi: Drs. Redi Panuju, M.Si, Komunikasi Organiasi, dari konseptual teoritis ke empirik, Jogjakarta, Pustaka Pelajar, 2001

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: