Di balik Pulau Jawa yang indah…

Pulau jawa merupakan salah satu pulau penting di Indonesia dan seakan menjadi pulau favorit penjajah Belanda. Luas pulau jawa sekitar 126.566 km². Menurut sumber lain seluas 126.700 km² Terbagi atas lahan pemukiman, persawahan, sedikit hutan, kebun, tegalan, gunung dan pantai. Juga Terdapat danau, Rawa, dan sungai yang menjadi badan air permukaan dan digunakan untuk berbagai kepentingan.

Di jawa ada gunung yang cukup besar, berapi dan aktif. Sebutlah misalnya gunung Salak, Gede, Halimun, Tangkuba perahu, Papandayan, Galunggung di Jawa Barat. Di Jawa tengah ada Gunung Slamet, Dieng, Sindoro, Sumbing, Merbabu, Merapi, dan Ungaran. Di Jawa Timur ada Gunung Lawu, Kelud, Arjuno, Bromo, Semeru, dan Raung.

Di jawa terdapat rawa dan danau. Diantaranya adalah Gajah Mungkur, Cacaban, Jatiluhur, Cirata, Saguling, Kedungombo, Sempor Rowo Pening, Karangkates, Wadaslintang, dan banyak danau kecil lainnya. Sedangkan sungai yang cukup besar dan mengairi jawa yang kadang menimbulkan banjir juga cukup banyak. Sebutlah Sungai Cipaloh, Cibaliung, Cimanceur, Cisadane, Citarum, Cintaduy,
Cimanuk, Serayu, Progo, Tuntang, Serang, Oyo,Juwono, Bengawan Solo, Berantas, yang beberapa diantaranya dibangun waduk untuk pembangkit tenaga listrik dan perairan pertanian.

Terkait dengan lahan, pulau jawa sangat subur. Gunung yang banyak bertebaran, sungai yang ada di mana-mana, menjadikan Jawa potensial untuk dikembangkan pertanian dan perkebunan. Lahan yang bisa dialiri air dikembangkan pertanian. Lahan yang sulit dialiri air karena jauh dari sungai atau berada di ketinggian dijadikan perkebunan. Tanam paksa mulai diberlakukan.Perkebunan mulai di buka. Dalam sekejap Belanda bisa mengapalkan karet, kopi, tembakau, kelapa, kayu hasil hutan, dan lain sebagainya.

Inilah yang menjadikan jawa dipandang sangat berpotensi secara ekonomi dan sangat strategis secara politik. Penjajah Belanda melihat potensi ini ketika dahulu menjajah sehingga mengembangkan infrastruktur yang besar untuk mengeksploitasi dan membangun jaringan transportasi untuk memperlancar distribusi dan pengangkutan. Infrastruktur yang dibangun berupa pembangkit
listrik, jembatan, pabrik penggilingan tebu, dan sebagainya. Sedangan jaringan transportasi dikembangkan jalan raya, jalur kereta api lengkap dengan stasiun dan jembatan-jembatannya. Kawasan ekonomi dan bisnis didirikan dan dikembangkan. pendek kata Ilmu eropa kala itu diusung ke Indonesia, termasuk Jawa.

Namun upaya ini tidak mudah. Jawa yang gemah ripah loh jinawi bukan tidak ada siapa-siapa. Disana telah berdiri dan berkuasa raja-raja yang telah membagi habis wilayah jawa. Bahkan kerajaan di jawa bukanlah kerajaan penakut yang akan berdiam diri ketika sudah makmur. Kerajaan di Jawa berupaya menaklukkan kerajaan-kerajaan lain bahkan sampai di luar jawa. Ada yang sampai Malaka, Sampai Kalimantan dan sebagainya.

Belanda memutar otak agar maksud dan tujuannya menguasai Indonesia khususnya jawa berhasil. Dikembangkanlah politik adu domba. Diantara kerajaan diadu, dengan beberapa diberi bantuan pasukan, sementara yang lain dimusuhi dan dijadikan sasaran kemarahan kerajaan lainnya yang telah di hasut. terjadilah peperangan yang akhirnya memecahbelah wilayah dan kekuatan yang ada di Jawa. akhirnya dengan mudah Belanda masuk dan menguasainya.

Setelah itu Jalur jalan anyer Panarukan di bangun, Jalur kereta api di sepanjang pulau jawa baik utara, selatan dan tengah dibangun. Perkebunan di buka dimana-mana baik kebun kopi, kakao, karet, teh, dan sebagainya. Hutan tropis dieksploitasi dan pengangkutannya mudah karena jalur kereta api sudah terbangun menuju tanjung priok, tanjung emas dan tanjung perak. Kapal sudah bersandar di sana siap mengangkut semua itu ke Eropa.

Kini Jawa sudah menjadi pulau penuh penduduk dan sudah berbeda dari jaman dahulu. Jumlah gunungnya masih sama, namun hutannya telah banyak yang hilang. Jumlah dan nama sungainya masih sama, tetapi debit airnya berkurang, dan banyak aliran sungai yang kotor. Dataran dan lembahnya masih sama, tetapi sekarang banyak yang terkena banjir di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau. Luas lahan perkebunan dan hutan sedikit berkurang, tetapi dulu dikuasai belanda kini dikuasai perusahaan milik negara. Petaninya masih sama miskinnya, tetapi dulu jumlah petani banyak kini terpaksa bekerja di sektor luar petanian karena bertani terasa tersiksa disebabkan harga komoditas pertanian rendah dan sering kalah dengan produk import hasil pertanian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: