Astha Brata: Konsep ideal seorang pemimpin

Jokowi-JK, Presiden dan Wakil Presiden terpilih untuk Rakyat Indonesia sebentar lagi akan dilantik. Sebagai pemimpin bangsa tentu saja rakyat banyak berharap bahwa sosok pemimpin baru ini mampu mengantarkan bangsa Indonesia untuk merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Cita-cita yang tertulis dalam mukadimah UUD 1945 ini masih relevan untuk diraih dan diperjuangkan oleh bangsa ini, dan pemimpin yang baik tentunya mampu memfasilitasi dan memberi ruang bagi bangsa ini untuk meraih cita-citanya.

Dalam khasanah budaya disebutkan bahwa Raden Arjuna ketika menghadap Begawan Kesawasidi menerima wahyu Makutha Rama yang berisi Hastha Brata. Hastha Brata atau kadang dikenal dengan Astha Brata adalah wahyu yang berisi aspek-aspek keprabon atau kepemimpinan yang mengacu kepada sifat dari 8 dewa dan digambarkan dalam 8 unsur di alam semesta. Kedelapan aspek kepemimpinan tersebut kemudian menjadi gambaran sifat dan perilaku dari pemimpin baik, bijaksana yang diharapkan menjadi harapan dari rakyatnya menuju cita-citanya.
Delapan aspek dari wahyu keprabon atau sifat dan watak kepempinan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Sifat Bumi.
sifat bumi mengacu kepada sosok dewa yang bernama Bathara Wisnu. Sifat yang dilekatkan pada dewa ini adalah sabar tanpa batas, atau dalam bahasa jawanya adalah sabar tanpa upama. Walaupun dicangkul, dibajak, digali, tetapi justru menjadikan kesuburan yang kemudian menumbuhkan beraneka macam tanaman yang bisa dipanen, memberikan segala yang dikandung di dalamnya seakan tiada habisnya. Hal ini bisa dimanfaatkan bagi siapa saja tanpa pilih kasih, memberikan kehidupan untuk semua makhluk, manusia, hewan dan tumbuhan.
2. Sifat angin
Sifat angin mengacu pada sosok Bathara Bayu. Menelusup ke segala tempat tanpa pilih kasih, tidak peduli tempat itu mewah atau melarat, bersih ataupun kumuh, merata ke segala tempat dan tentu saja mencukupi kebutuhan semua makhluk untuk hidup. Sifat seperti ini penting sehingga pemimpin bisa menemukan persoalan dan akar masalah serta semua elemen rakyat mendapatkan haknya untuk diperhatikan dan dipenbuhi hak nya.
3. sifat samudra
Sifat samudra adalah sifat dimana sosok pemimpin harus memiliki sifat yang adil dan legowo, tidak punya watak pengin menang sendiri, dan memiliki sifat menyayangi segenap sesama makhluk. Sifat air adalah walau sudah pernah dipisahkan akan mudah berkumpul kembali. Air juga bersifat memberikan kehidupan, keselamatan, ketentraman, dan bisa membersihkan atau mensucikan dari segenap kotoran. Watak samudra adalah rela menerima segala hal dengan legowo, karena sifat keluasannya. Sifat ini mengacu pada sosok dewa yang bernama Bathara Baruna.
4. Sifat Rembulan
Bulan memberikan cahaya yang menerangi ketika gelap malam. Membawa rasa tentram, memiliki sifat luwes, menumbuhkan rasa suka dan kasih terhadap sesama, saling menyayangi dan menghormati. Sifat ini adalah mengacu pada sosok dewi bernama Bethari Ratih.
5. Sifat Matahari
Sifat dari dewa ini adalah memberi cahaya untuk menerangi, memberikan energi dan kekuatan, memberikan daya secara merata terhadap segenap kehidupan di bumi ini. Sehingga selain menerangi juga memberikan kekuatan. Sifat kepemimpinan ini merujuk pada sifat dari Bethara Surya.
6. Sifat langit
Sifat langit memberikan pengayoman terhadap rakyatnya tanpa pilih kasih. Selain itu langit juga memberikan perubahan cuasa dan iklim yang dalam ranah jawa dikenal dengan paranata mangsa. Aspek yang kuat dari dewa ini adalah adil dan merata digambarkan dari sifat langit. Sifat ini mengacu pada sosok Bethara Indra. Sifatnya diistilahkan dengan akasa
7 Sifat Api
Api bersifat meleburkan,memberantas angkara murka, menyelesaikan persoalan, memenuhi kewajiban dan janji yang harus dikerjakan. Selain itu persoalan kecil, persoalan berat, masalah besar, persoalan yang nampak ataupun tersembunyi, bisa teratasi karena sifat dari kekuatan api ini. Dewa yang memiliki sifat ini adalah Bathara Bramha. Sifatnya diistilahkan dengan Dahana.
8. Sifat Bintang
Sifat Bintang merujuk pada sosok bernama Bethara Isamaya. Bathara yang satu ini memiliki sifat Kartika. Sifat Kartika adalah patuh pada aturan, tidak mudah terpengaruh, bisa memberi hiburan dan obat bagi pihak yang sedang nelangsa, dan bijaksana dalam memberikan petunjuk bagi orang yang sedang bingung dan membutuhkan petunjuk.

Asta Brata yang bermakna delapan wahyu ini merupakan sifat ideal dari sosok pemimpin yang bisa dijadikan referensi bagi para pemimpin di semua level dan bagi rakyat yang hendak mengukur kinerja pemimpin mereka. Sifat pemimpin yang ideal itu sebenarnya nilai melandasi ilmu kepemimpinan dan kerja-kerja memimpin dan itu tidak bisa lepas dari petunjuk Ilahi. Manusia kemudian menggambarkan untuk memudahkan pemahaman dan penjelasan dengan menggunakan lambang yang tergambar dalam sosok para bethara sebagaimana dijelaskan di atas.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: