Arsip untuk Oktober, 2015

Pahit Rasanya, Manis Bisnisnya; Mengenal Kopi Indonesia

Posted in artikel with tags , , , , , , , on Oktober 8, 2015 by mujab

Indonesia merupakan negara yang kaya akan kopi. Kopi tumbuh di berbagai pulau di Indonesia. Ada yang tumbuh di dataran menengah ada pula yang di dataran tinggi.

Ada dua jenis kopi yang banyak dikenal di Indnesia dan beberapa negara lain di dunia; Robusta dan Arabica. Kedua jenis kopi ini memiliki citarasa yang khas sehingga keduanya dengan mudah bisa dibedakan.

Selain dua jenis kopi sebagaimana di sebutkan atas, rasa kopi juga dipengaruhi oleh iklim, jenis tanah, ketinggian dan beberapa aspek lainnya. Maka kemudian kopi memiliki rasa dan aroma berbeda dari daerah satu dengan daerah yang lain.

Perbedaan aroma dan rasa kopi antar daerah ini menguntungkan karena setiap daerah bisa menyuguhkan kopi sebagai hidangan minuman khas dari beberapa daerah. Sebut saja kopi lampung,kopi aceh, kopi jawa, kopi FLores, dan seterusnya.

Di bagian lain Kopi juga bisa dibedakan dari cara penyajiannya. Maka muncullah kopi hitamatau black coffe, espresso, cappucino,latte, hingga kopi klothok. Sebagian orang jawa bahkan menggunakan kopi sebagai obat dengan menambahkan sedikit garam pada kopi hitam. Ada juga kopi istimewa karena proses pengolahannya, kopi luwak.

Dalam bisnis, kopi menjadi bisnis menggiurkan. Berbagai merek besar dunia besar karena kopi, baik yang menjual bubuk kopi ataupun sebagai kedai atau warung kopi. J.CO, Starbucks, Dunkin’ Donuts, Coffee Beanery, Tim Hortons, untuk sekedar menyebut kedai kopi sebagai perusahaan berskala international.

Di aras lokal kita dengan mudah menemui kedai kopi tersebar di seantero nusantara, mulai dari cafe, minishop hingga angkringan. Ini belum termasuk perusahaan yang khusus mengolah biji kopi menjdi bubuk kopi dan menjualnya.

Siklus Kemiskinan Petani dan Kedaulatan Pangan: Menuju Hari Pangan Sedunia 2015

Posted in opini with tags , , , , , , , , , , on Oktober 1, 2015 by mujab

Bertani itu sungguh menguntungkan. Betapa tidak, sebagai contoh menanam sebutir padi, bisa tumbuh tujuh bulir. Setiap Bulir bila ada seratus biji maka akan ada 700 biji. Kalau menanam padi memakai model yang lebih baru, sebutir padi bisa tumbuh 30 bulir, bahkan katanya bisa 40 bulir. setiap bulir seratus biji, berarti keuntungan menanam padi sungguh berlipat-lipat.

Baca lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: