Arsip untuk Desember, 2015

Tanah Kita Dalam Ancaman Kerusakan

Posted in artikel with tags , , , , , , , , , , , , , , on Desember 22, 2015 by mujab

Tanah sehat akan menghasilkan produk pangan yang sehat. Menjaga kondisi tanah tetap baik dan sehat akan memperpanjan daya dukung tanah untuk produksi pangan dan komoditas lainnya.

Tanah dalam kondisi baik bisa menjadi rusak bila tidak dijaga dan dikelola dengan benar. Tingkat kesuburan tanah, keanekaragaman hayati, kandungan unsur hara, kandungan air dan lain sebagainya akan menurun seiring dengan menurunnya kualitas tanah. Menurunya kualitas tanah akan diikuti dengan menurunnya tingkat kesuburan tanah.

Kita perlu mengetahui beberapa hal yang bisa merusak tanah. Harapannya aspek-aspek yang bisa merusak tanah bisa dikurangi dan dicegah sehingga kesuburan dan kualitas tanah bisa terjaga. Untuk itu diperlukan sistem pengelolaan tanah yang lestari, berkelanjutan dan menjadi gerakan bersama menjaga kesuburan tanah.

Beberapa hal yang memicu kerusakan tanah untuk bertani:

  1. pembabatan hutan
  2. pertumbuhan penduduk
  3. perluasan kawasan perkotaan
  4. polusi dan pencemaran industri dan rumah tangga
  5. perubahan iklim
  6. praktek pengolahan tanah yang tidak berkelanjutan.

Beberapa jenis kerusakan tanah:

  1. hilangnya keanekaragaman hayati
  2. terjasi salinisasi
  3. ketidak seimbangan kandungan nutrisi
  4. pemadatan dan pengerasan tanah/bantat
  5. tanah menjadi kotor karena polusi
  6. pengasaman
  7. erosi
  8. kehilangan karbon organik.

Dampak dari kerusakan tanah:

  1. kelangkaan air
  2. kerawanan pangan dan nutrisi
  3. percepatan perubahan iklim
  4. kemiskinan dan kerawanan sosial
  5. migrasi penduduk
  6. menurunnya daya dukung lingkungan.

Pengelolaan tanah berkelanjutan:

  1. pengelolaan tanah secara inklusif
  2. Meningkatkan investasi dalam pengelolaan tanah yang berkelanjutan
  3. advokasi dan peningkatan kesadaran
  4. membuat sistem informasi tanah
  5. Mengembangkan kapasitas dan memperpanjang kekuatan tanah
  6. menghentikan pengrusakan tanah
  7. merehabilitasi dan memperbaiki tanah rusak
  8. menggunakan tanah sesuai dengan perencanaan
  9. pengolahan air limbah
  10. pembuangan limbah secara tepat
  11. mengurangi erosi
  12. rotasi tanaman
  13. meminimalisir pengolahan tanah sebelum ditanami
  14. menggunakan pupuk dengan bijak
  15. menjaga tanah tetap tertutupi tanaman
  16. meningkatkan kandungan organik tanah
  17. melakukan analisis kondisi tanah.

Sumber: FAO

Kemampuan Tanah Menyimpan dan Menyaring Air

Posted in artikel with tags , , , , , , , , , on Desember 10, 2015 by mujab

Tanah meningkatkan ketahanan pangan dan ketahanan kita dari banjir dan kekeringan. Tanah yang sehat dengan kandungan bahan organik tinggi dapat menyimpan sejumlah besar air. Hal ini sangat penting untuk menjaga makanan sementara produksi juga meningkatkan ketahanan terhadap banjir dan kekeringan.

Kadar air tanah adalah jumlah air dalam tanah. Bahan organik tanah dapat mempertahankan sekitar 20 kali beratnya dalam air. Jumlah maksimum air yang tanah dapat dipertahankan tergantung pada tekstur tanah dan struktur tanah, kandungan bahan organik, dan kedalaman perakaran tanaman.

Kelembaban tanah dan ketahanan pangan
Air adalah “darah” pertanian. Manajemen peningkatan kelembaban tanah sangat penting untuk produksi pangan yang berkelanjutan. Menghambat kapasitas tanah untuk menerima, mempertahankan, melepaskan dan mengirimkan air akan mengurangi produktivitasnya.

Tantangan besar untuk masa depan akan meningkatkan produksi pangan dengan sedikit air. Kebanyakan petani di negara berkembang mengandalkan tadah hujan pertanian, meningkatkan tanah optimasi kelembaban dan manajemen sangat penting. Penggarapan tanah, pembabatan rumput, dan pembabatan hutan bisa mengakibatkan petani bergantung pada tanaman-tanaman yang membutuhkan irigasi. Pemenuhan target ketahanan pangan membutuhkan kebijakan pertanian berkelanjutan yang menjamin peningkatan tanah kualitas dan retensi air.

Meningkatkan kelembaban tanah
Banyak praktek pertanian dan pengelolaan lahan yang berkelanjutan dapat meningkatkan retensi air. Beberapa upaya untuk menjaga kelembaban tanah:

  1. memberi sampah organik, tanaman penutup dan mulsa
  2. konservasi pertanian
  3. pengetahuan dasar tentang irigasi yang presisi atau efisien. efisiensi penggunaan air, mengurangi penggunaan pestisida, dan memperbaiki kesehatan tanah bisa
    meningkatkan rata-rata hasil panen sebesar 79%.
  4. konservasi tanah
  5. menangkap run off dari tanah sekitar
  6. meniadakan pengolahan tanah (zero tillage)
  7. mengumpulkan atau memanen air hujan

Sumber: FAO

%d blogger menyukai ini: