Berantakan

Secuil canda kala itu
Terselip diantara waktu dan…
Warnanya luntur menimbulkan bercak merubah rona malam
Menumbuhkan duri-duri kering menusuk jemari

Tak pikir itu kejadian kecil dan bisa kuabaikan sejurus kemudian
Nyatanya bercak itu semakin berwarna dan berpola seumpama alur cerita
Entah karena sedang dungu atau kebetulan kesadaran ini sedang lalai,…
Nyatanya bercak itu kemudian membelenggu malam-malam ku dan membuat deret agenda-agenda

Tak kusadari, beberapa arah dan tujuan pikiranku terseret ke arahnya
Perlahan candamu meracuni nalar pikiranku dan mengatakan bahwa dirimu adalah….
Ahhh… aku tak menemukan istilah tepat seperti apa dirimu saat ini
Mengapa, mengapa tiba-tiba kau tempati seluruh ruang waktuku…?

Pantas saja dirimu menjadi latar belakang apa yang aku pikirkan dan aku bayangkan
Bahkan aku harus membuat daftar keinginan yang tak pernah saya muat sebelumnya
Malam-malam berikutnya kemudian menyodorkan beberapa hal tentang indah dirimu untuk ku impikan
Mengapa acaranya berubah seperti ini?

Saya belum sempat berbicara dengan mu ketika pikiran ini tiba-tiba sibuk sendiri
Ketika agenda-agenda itu terus mendesak dan mimpi-mimpi tentang indah dirimu terus menggelayut
Saya tak cukup waktu untuk menata rasa ini dan menemukan alasan logis saat bicara denganmu
Saya tiba-tiba frustasi serasa gagal paham ada apa dengan keinginan-keinginan ini

Saya sendiri dan tak mungkin meminta tolong orang lain menanggung rasa ini
Saya serasa sesak nafas ketika kemanapun aku pergi kudapati bayangmu di sana
Saya  tak sempat menghindar ketika rasa ini meruntuhkan keangkuhanku
Malam tempat ku sembunyi hanya terdiam melihatku tersiksa sendiri

Ego berontak tapi rasaku terbelenggu
Kupanggil malam sekali lagi berharap bisa menyembunyikan semua
Namun kudapati tubuh ku menggigil, tertusuk sepi dan asa yang kalut
ku berguman: wahai malam,… hatiku berantakan malam ini, peluklah aku,

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: