Pahlawan; Peringatan yang Sering Terlupakan

Pahlawan adalah orang yg menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran. Sedangkan sebagai seorang sosok pahlawan adalah pejuang yang gagah berani. Pahlawan juga orang yang dihormati karena keberanian (pribadi yang mulia dsb) (KBBI). Pahlawan juga orang yang dikagumi karena kecakapan, prestasi, atau karena sebagai idola. Pahlawan adalah orang yang memiliki jasa dan bermanfaat bagi orang banyak. Pahlawan adalah orang yang memiliki sifat-sifat kepahlawanan seperti keberanian, keperkasaan, kerelaan berkorban, dan kekesatriaan. Dan seterusnya.

Seseorang mendapat gelar pahlawan tidak bisa terlepas dari wilayah atau bidang perjuangannya. Apa yang dilakukan pahlawan dengan sifat-sifat kepahlawanan yang dimilikinya akan dicatat dalam sejarah dan orang tersebut akan dikenang sebagai pahlawan. Terlebih lagi kalau perjuangannya mencapai hasil yang mengagumkan dan memberi jasa dan manfaat bagi orang banyak.

Setiap pahlawan memiliki wilayah perjuangan masing-masing walaupun tak jarang sebuah medan perjuangan diperjuangkan oleh banyak pahlawan. Namun setiap sosok tentu memiliki konsep, strategi, posisi dan capaian masing-masing sehingga dalam satu bidang perjuangan memungkinkan munculnya banyak pahlawan.

Derajat seorang pahlawan juga akan semakin tinggi ketika medan perjuangan yang digelutinya semakin berkaitan dengan orang banyak apalagi bangsa. Maka pahlawan itu akan dikenang oleh seluruh elemen dalam bangsa tersebut tanpa terkecuali, karena hasil perjuangannya berjasa dan memberikan dampak luas bagi sebuah bangsa.

Dalam perkembangan terkini pahlawan bukan saja mereka yang gigih mengatur strategi peperangan, mempertahankan tertorial hingga mereka yang gugur dimedan pertempuran. Sosok pahlawan bisa muncul dari bidang riset, bidang pendidikan, bidang olah raga, bidang pertanian dan bidang-bidang lainnya. hal ini mengacu pada tokoh-tokoh pahlawan nasional bangsa ini yang medan perjuangannya tersebar dimana, mulai dari politisi, negosiator, pejuang di medan pertempuran, pejuang di medan diplomasi dan lain sebagainya.

=

Derajat kepahlawanan seseorang juga dipengaruhi dengan siapa yang menjadi lawan dalam perjuangannya. Semakin jelas dan besar lawannya dalam perjuangan seseorang maka orang akan semakin mudah mendefinisikan dirinya sebagai pahlawan. Sebaliknya orang yang berjuang melawan sesuatu yang sulit dikenali orang banyak maka orang tersebut akan sulit mendapat pengakuan sebagai pahlawan, walaupun ia sudah berjuang mati matian bahkan sudah banyak pengorbanannya. Apalagi jika yang dilawan bukan merupakan sosok, lembaga atau entitas yang terdefinisikan, maka orang tersebut bisa menjadi pahlawan namun bisa dengan mudah dituduh sebagai pengkhianat.

Pahlawan perjuangan berperang melawan penjajah, musuh negara, teroris, dan lawan-lawan peperangan lainnya. Pahlawan olah raga menjadi pahlawan karena berhasil menundukkan lawan mereka yang tangguh dan luar biasa. Pahlawan dibidang riset adalah mereka yang berhasil memecahkan persoalan yang harus mereka selesaikan dengan mencurahkan tenaga, waktu, komitmen, ketelatenan dan kesabaran yang tinggi. Lawannya ini yang menjadi tolok ukur seberapa tinggi gelar pahlawan yang berhak mereka sandang. Petani juga menjadi pahlawan bagi bangsa ini karena harus menghadapi tantangan dan pekerjaan berat dalam menyediakan bahan pangan bagi seluruh bangsa ini, dari jaman dahulu hingga akhir nanti.

=

Tolok ukur lain bagi seorang pahlawan adalah jasanya. pahlawan dikenang orang karena jasanya yang besar dalam suatu hal sehingga jasanya itu patut dikenang dan diingat, bahkan mungkin diperingati. Kartini misalnya dikenang bangsa ini karena pemikiran dan gagasannya dalam mengangkat derajat kaum perempuan sehingga dikenang dan diperingati hingga hari ini. Yang telah dikerjakan juga memberi inspirasi dan motivasi bagi bangsa ini untuk dilakukan pula hingga hari ini dan masa mendatang.

Di antara jasa pahlawan adalah pengorbanannya. Ada pahlawan yang karena kegagahan dan keberaniannya dalam membela tanah air. Diantara mereka malah rela menjemput ajal demi perjuangan yang harus diraih. Mereka tidak lari dari medan pertempuran demi menyelematkan diri karena memang sudah harus mati atau bahkan ketika masih ada kesempatan menyelamatkan diri.

Sementara yang lain rela hidup dalam pembuangan, pemenjaraan, pengasingan, dan bahkan hukuman mati daripada harus tunduk kepada musuh mereka, penjajah. Banyak sekali tokoh-tokoh pahlawan yang ditangkap, ditawan, dipenjara, diasingkan dan dirampas hak-hak politiknya. Tercerabut dari kehidupan, terpisah dari keluarga dan saudaranya, terkurung dalam jeruji penjara, terasing dilokasi terpencil dan lainnya.  Diponegoro, Soekarno, adalah segelintir pahlawan yang mengalami pengasingan, pemenjaraan dan pembuangan. Diponegoro bahkan harus dimakamkan di daerah yang jauh dari asalnya karena dipenjara hingga mati.

=

Pahlawan adalah manusia biasa yang kadang juga menghadapi kegagalan dan kekalahan bahkan mungkin berkali-kali. kegagalan dan kekalahan justru menjadi pelecut untuk terus berjuang hingga berhasil. Sudirman bahkan harus melakukan taktik gerilya karena pembelajaran yang diambil bahkan ketika penjajah dihadapi dengan kekuatan senjata tentu akan memperpanjang daftar kekalahan tentara republik. Hal serupa dilakukan Diponegoro dimana harus melakukan gerilya sehingga Belanda kewalahan. Taktik busuk belanda yang menawarkan perdamaian dan dialog lah yang akhirnya mengakhiri perjuangan Diponegoro.

Soekarno dan pahlawan lain juga tidak serta merta meraih kemenangan. Soekarno berkali-kali keluar masuk penjara, pengasingan dan pembuangan. kekalahan ini tidak mengendurkan semangat untuk tetap berjuang walaupun dari sisi lain dianggap sebagai pesakitan. Pilihan perjuangan yang vis a vis dan memancing kemarahan belanda kala itu berbeda dengan pilihan Budi Utomo misalnya.

=

Pertanyaannya adalah siapa penerus perjuangan para pahlawan? Cukupkah mereka diperingati saja  sebagai sebuah ritual seremonial yang harus dilakukan sementara esensi perjuangan dan keprihatinannya terlewatkan? Peringatan berjalan namun esensi perjuangan terlupakan?

Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang. Pahlawan mati meninggalkan darah juang dan seharusnya para penerus yang merupakan orang-orang yang terinspirasi atas kegigihan dan perjuangannya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: