Petani Manfaat Alam untuk Kelestarian Air

Bumi ini dilengkapi dengan sebuah mesin besar untuk menyelenggarakan siklus air mulai dari hujan turun, mengalir, menguap, menjadi awan, dan turun lagi menjadi hujan. Mesin nya bernama cuaca dan siklusnya bernama musim. Saat cuaca dihitung dalam jangka waktu tertentu kemudian disesuaikan dengan kondisi geografi dan topografi namanya iklim.
Petani selalu terkait dengan air dalam beraktivitas, baik ketika menanam, memanen atau pun saat menggarap lahan. Petani banyak mengambil manfaat dari air hujan. Saat menggarap sawah butuh air. Menjaga kesuburan tanah butuh air agar mineral dalam tanah bisa terserap akar tanaman.
Petani berkepentingan akan ketersediaan air dan sama pentingnya dengan ketersediaan lahan untuk bertani itu sendiri.
Begitu juga dengan hal hal yang berkaitan dengan air seperti sungai, danau, mata air, pemanfaatan air, pembagian air, debit air, banjir, kekeringan, dan konflik air. Di bagian lain petani senantiasa berupaya agar air ada ketika dibutuhkan untuk bertani dan diharapkan pergi saat tidak dibutuhkan. Persoalannya adalah jadwal kebutuhan petani atas air tidak klop dengan kapan air hujan ada, berhenti, dan bisa digunakan petani.

Aliran air dan proses bertani
Aliran air hujan akan berkontribusi membentuk rupa bumi, seperti sungai baik dipermukaan tanah ataupun di bawah tanah. manusia kemudian memperlancar airan air dengan membuat, memperlebar, menambah, dan tindakan lain terkait sungai. Bumi memiliki kemampuan menyerap air sampai batas tertentu sebelum air yang jatuh dan tidak terserap lalu menjadi aliran air atau run off. Tanaman akan meningkatkan kapasitas tanah menyerap air, sehingga air hujan tidak menjadi run off. Sebaliknya atap, bangunan, plesteran, aspal, beton dan sejenisnya akan menghilangkan daya serap tanah atas air hujan sehingga langsung menjadi run off.
Tanah dan tanaman sebenarnya bukan sekedar menyerap, tetapi juga menyimpan dan dalam jangka waktu tertentu akan mengeluarkannya. Jangka waktu antara air terserap, tersimpan, dikeluarkan, hingga mengalir ke laut atau menjadi uap kembali inilah yang memiliki nilai dan makna penting bagi kehidupan, termasuk bagi petani. Semakin lama air hujan tersimpan dan tertahan di daratan akan semakin besar nilai dan manfaat yang diperoleh. Sebaliknya semakin cepat air hujan mengalir dan terbuang maka semakin berkurang nilai air, bahkan justru menjadi sumber bencana.

Aspek social ekonomi air
Aspek ekonomi air banyak sekali dan sepanjang sejarah hidup manusia, pemanfaatan air masih terus berlangsung. Tanah basah berarti ada air di sana dan bisa dimanfaatkan untuk menjaga kesuburan tanah. Tanaman pun bisa di tanam di sana. Banyak pihak bisa mengambil manfaat air di danau. Air di sungai bisa dimanfaatkan untuk pengairan lahan pertanian, dan perkebunan. Sungai yang aliran airnya deras bisa untuk transportasi, pariwisata, dan lain sebagainya.
Ketersediaan air untuk pertanian memberikan banyak pilihan bagi petani ketika menanam. Karena seluruh tanaman membutuhkan air dalam takaran yang berbeda-beda. Tetapi hampir tidak ada tanaman yang tidak membutuhkan air. Sehingg petani bisa memilih jenis tanaman apa yang nilai jualnya tinggi tanpa takut kekurangan air.
Pemanfaatan air bisa meningkatkan aspek ekonomi. Tanaman yang tersedia banyak air akan lebih menghasilkan dibandingkan saat ditanam dalam kondisi kekurangan air. Petani bisa menambah frekuensi menanam padi dari sekali setahun menjadi dua bahkan tiga kali setahun, dan seterusnya. Petani juga bisa memanfaatkan ketersediaan air untuk beternak, memelihara berbagai jenis ikan.
Ketersediaan air berlimpah dalam waktu lama bisa membuka peluang pariwisata. Sebagaimana tren saat ini banyak sekali desa yang mengembangkan desa wisata, wisata yang melibatkan penduduk desa termasuk petani untuk terlibat di dalamnya. Pariwisata menarik orang untuk datang, berbelanja dan akan menggerakkan roda ekonomi. Sungai deras bisa menjadi wisata arung jeram. Air terjun di manapun adalah destinasi wisata yang selalu menarik. Danau dan rawa menyajikan pemandangan indah dan damai untuk senantiasa dikunjungi dan lokasi berfoto foto. Mereka bisa bayar tiket, jajan, beristirahat, dan bahkan menyangkan kegiatan mereka di lokasi pariwisata tersebut beserta keunggulannya di medsos.

Aspek sosial budaya
Air adalah kebutuhan bersama. Air bisa menyatukan tetapi bisa juga menjadi sumber konflik kalau tata kelola air tidak dilakukan dengan benar. Masyarakat melahirkan ritual dan lelaku untuk menjaga kelestarian air agar saat dibutuhkan air tersedia. Hal ini berangkat dari kesadaran bahwa manusia tidak bisa dipisahkan dari air.
Para petani bersama-sama membangun system agar air tetap bisa dipakai bersama serta tidak saling mengganggu. Petani suatu waktu butuh memakai air, di waktu yang lain perlu membuang air agar tidak menenggelamkan tanaman mereka. Ada jenis tanaman yang butuh banyak air ada jenis lain yang butuh sedikit air. Sistem penggunaan air kemudian ditata agar petani tidak kena limpasan air saat seorang petani membuang air. Di lain waktu air yang tersedia sedikit. Petani perlu cermat berbagi air agar semua bisa kebagian.
Air juga berpengaruh pada bangunan relasi social di masyarakat. Bagaimana hubungan antar desa kemudin terbagun karena mereka sama-sama memakai air. Bagaimana desa harus berproses untuk merelakan air mata air di desanya untuk dipakai oleh warga desa lain sementara warga desa sendiri yang juga butuh air tidak bisa memanfaatkannya karena kendala geografis.
Di sebuah desa di Temanggung ada ritual setiap tahun sekali untuk memanjatkan doa agar air di sendang tersebut selalu tersedia dan bisa memenuhi kebutuhan warga di sekitarnya.

Air dan kelestarian alam
Aktifitas bertani langsung maupun tidak langsung telah menjaga air dan menjaga kelestarian alam. Saat petani menanam di sawah, menanam pepohonan di kebun dan lahan mereka, bahkan memuat hutan mereka sendiri berarti memberi kesempatan kepada air hujan untuk lebih lama tinggal dan bersirkulasi di daratan sebelum sampai di laut.
Bila sebidang lahan tertutup tanaman secara penuh maka air hujan akan terserap ke bawah, ke samping, di permukaan tanah dan ada juga yang menguap. Ketika hujan lebat maka air perlahan-lahan terserap ke tanah baik kea rah bawah ataupun ke samping. Sisanya menjadi genangan dan lama-lama akan terserap juga, asalkan ada perakaran.
jika ada dedaunan dan pepohonan maka jatuhnya air hujan akan tertahan dedaunan dan pepohonan. Air hujan kemudian menetes dan lainnya menjadi aliran kecil melalui batang pepohonan dan kayu. Maka ada waktu yang tersedia saat air hujan menimpa pepohonan hingga ke atas tanah sehingga tanah bisa menyerap. Daya serap tanah akan bertambah saat di permukaan tanah juga ada tanaman seperti empon-empon, rumput, tanaman obat dan lain sebagainya.
Saat petani berkebun mereka akan membuat rorak atau lubang lubang di pinggir ladang mereka. Biasanya seresah dedaunan dimasukkan di lobang ini dan sekaligus menampung air hujan berlebih sehingga air tertahan dan tidak menyebabkan erosi yang menghanyutkan kesuburan tanahnya. Air yang tertahan berarti memberi waktu agar tidak mengalir ke daerah hillir. Selain bermanfaat untuk menjaga kesuburan dan ketersediaan air, kegiatan ini juga mengurangi dampak banjir di daerah hilir karena air banyak yang terserap tanah dan tidak menjadi run off.
Selamat hari air sedunia 2018.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: