Arsip untuk air

Petani Manfaat Alam untuk Kelestarian Air

Posted in opini with tags , , , , , on Maret 23, 2018 by mujab

Bumi ini dilengkapi dengan sebuah mesin besar untuk menyelenggarakan siklus air mulai dari hujan turun, mengalir, menguap, menjadi awan, dan turun lagi menjadi hujan. Mesin nya bernama cuaca dan siklusnya bernama musim. Saat cuaca dihitung dalam jangka waktu tertentu kemudian disesuaikan dengan kondisi geografi dan topografi namanya iklim.
Baca lebih lanjut

Menjaga Air Untuk Kita Semua

Posted in opini with tags , , , , , , , , , , , , , on Mei 17, 2016 by mujab

Air merupakan kebutuhan dasar manusia setelah makanan. Keberadaan air berkait erat dengan sehari-hari, seperti untuk memasak, mandi, pertanian, dan berbagai kepentingan lain. Air merupakan kebutuhan yang tidak tergantikan dengan benda lainnya. Air tawar yang banyak digunakan manusia bersumber dari sumur, sungai, mata air, dan proses lain untuk memperoleh air tawar.

Baca lebih lanjut

Mengakrabi Alam Dalam Bertani

Posted in opini with tags , , , , , , , , , on Mei 13, 2016 by mujab

Faktor alam berpengaruh pada hasil dan capaian kinerja petani. Diantaranya adalah persoalan air, iklim, kepemilikan tanah, juga faktor cuaca dan hama. Selain itu produtifitas petani kadang juga dipengaruhi oleh banjir, tanah longsor dan kekeringan. Kejadian tersebut tidak lepas dari gejala-gejala alam yang penting dipelajari petani.

Di jaman dahulu faktor cuaca dan iklim dipandang sebagai hal krusial bagi petani. Kerajaan Mataram contohnya memandang persoalan cuaca dan iklim sebagai faktor paling penting kaitannya dengan hajat hidup petani. Maka kerajaan kemudian meminta para ahli dan orang pandai untuk merumuskan kajian dan panduan bagi para petani. Lahirlah pranata mangsa. Pranata mangsa mengenai fenomena iklim, cuaca, hingga mengenali karakteristik dari tahun-tahun yang berjalan.

Maka dikenallah siklus-siklus yang kemudian dipahami dan dijadikan panduan bagi para petani hingga saat ini. Siklus paling pendek adalah sepasaran, yaitu siklus hari selama 5 hari. Kemudian tiga puluh lima hari yang dikenal dengan selapanan. Di atasnya ada siklus 3 bulanan yang dikenal dengan siklus labuh, rendeng, mareng dan ketigo. setelah itu ada siklus tahunan yaitu siklus 12 mangsa selama setahun.

Di tingkat lebih tinggi setiap tahun diberi penamaan berdasarkan karakteristiknya. Muncullah siklus 8 tahunan dan disebut Windu. Tahun-tahun tersebut adalah Tahun Alip, Tahun Ehe, Tahun Jimawal, Tahun Je, Tahun Dal, Tahun Be, Tahun Wawu, Tahun Jimakir. Setiap tahun diketahui memiliki karakter musim hujan, kemarau dan fenomena alam yang berbeda-beda. Ini penting untuk memilih jenis tanaman yang hendak ditanam dalam satu tahun. Selain itu pemilihan tanaman juga bisa memutus siklus hama.

Diantara yang disebut dalam pranata amngsa adalah faktor hama. Hama menjadi pengganggu tanaman petani sehingga dipandang perlu untuk pengendalian dan penanganannya agar tidak mengganggu tanaman di satu sisi namun juga tetap terjada keseimbangannya di alam. Hama terkendali namun alam tidak rusak. ada saat tertentu yang diikuti dengan perubahan perilaku binatang. Sehingga diantara binatang itu sebenarnya bisa menjadi predator bagi hama. Ular burung hantu dan kucing menjadi predator bagi tikus.

Hal serupa juga berlaku untuk hama wereng, sundep, belalang, ular gerek, walang sangit, burung emprit dan lain sebagainya. Setiap hama yang berwujud binatang tentu memilikui predator. Di air ada hama seperti kepiting, tikus, keong, dan lainnya. Keberadaan predator yang punah dan diburu menjadikan hewan-hewan yang dikenali sebagai hama tersebut meledak tak terkendali. Akibatnya mereka menghabiskan panenan petani dan bahkan merusaknya. Pemerintah perlu melakukan riset, studi dan penelitian serta memberdayakan petani, agar penanganan hama dan penyakit ini bisa berjalan baik.

Permasalahan pokoknya adalah saat ini persoalan cuaca, iklim, air, sungai dan segala hal terkait dengan petani justru dipisahkan dengan persoalan petani. Kebijakan pemerintah memisahkan pengelolaan sumber daya alam termasuk iklim dalam kotak-kotak yang tidak berpihak kepada petani. Kalau dahulu kerajaan memandang penting pengetahuan dan panduan mengenai cuaca dan iklim bagi petani sehingga dibuat kalender musim, pranata mangsa dan lain sebagainya, Saat ini situasinya berbeda. Petani dibiarkan berjuang sendiri terkait cuaca dan iklim. Persoalan dan urusan cuaca dan iklim lebih dipenting kan untuk militer, kelautan, penerbangan dan petani justru terabaikan dari sana. Petani seiring berpindahnya generasi gagap dan terkaget-kaget dalam membaca dan memahami cuaca dan iklim karena patokan mereka hanya siklus setahun, padahal dahulu patokannya paling tidak delapan tahun.

Persoalan lain yang berpengaruh pada petani adalah air. Air menjadi penting karena petani akan kesulitan bertani ketika ketersediaan air terganggu. lagi-lagi petani kemudian terpinggirkan dalam pengelolaan air. Tataguna air lebih berpihak pada peruntukan air minum, industri dan pabrik. Ketiga hal ini mengambil air nyaris tanpa henti, 24 jam dalam sehari, 12 bulan dalam setahun. Sementara petani butuh air ketika mereka menanam dan menyiram tanaman, bukan setiap saat. Walaupun begitu tetap saja petani terkalahkan dalam menggunakan air. Setiap tahun ribuan hektar lahan produktif harus menganggur selama musim kemarah karena tidak ada cukup air untuk bercocok tanam. belum lagi di beberapa tempat air pertanian tercemar limbah pabrik.

Di Salatiga umpannya air pertanian tercemar limbah yang dialirkan dari pabrik tekstil yang beroperasi di sana. aliran limbah seringkali tidak secara tuntas diolah di pengolah limbah. Sehingga limbah tersebut kemudian mengalir ke sungai dan mengairi sawah di bagian bawah. pertanian pun kemudian tercemar./ jb

Kemampuan Tanah Menyimpan dan Menyaring Air

Posted in artikel with tags , , , , , , , , , on Desember 10, 2015 by mujab

Tanah meningkatkan ketahanan pangan dan ketahanan kita dari banjir dan kekeringan. Tanah yang sehat dengan kandungan bahan organik tinggi dapat menyimpan sejumlah besar air. Hal ini sangat penting untuk menjaga makanan sementara produksi juga meningkatkan ketahanan terhadap banjir dan kekeringan.

Kadar air tanah adalah jumlah air dalam tanah. Bahan organik tanah dapat mempertahankan sekitar 20 kali beratnya dalam air. Jumlah maksimum air yang tanah dapat dipertahankan tergantung pada tekstur tanah dan struktur tanah, kandungan bahan organik, dan kedalaman perakaran tanaman.

Kelembaban tanah dan ketahanan pangan
Air adalah “darah” pertanian. Manajemen peningkatan kelembaban tanah sangat penting untuk produksi pangan yang berkelanjutan. Menghambat kapasitas tanah untuk menerima, mempertahankan, melepaskan dan mengirimkan air akan mengurangi produktivitasnya.

Tantangan besar untuk masa depan akan meningkatkan produksi pangan dengan sedikit air. Kebanyakan petani di negara berkembang mengandalkan tadah hujan pertanian, meningkatkan tanah optimasi kelembaban dan manajemen sangat penting. Penggarapan tanah, pembabatan rumput, dan pembabatan hutan bisa mengakibatkan petani bergantung pada tanaman-tanaman yang membutuhkan irigasi. Pemenuhan target ketahanan pangan membutuhkan kebijakan pertanian berkelanjutan yang menjamin peningkatan tanah kualitas dan retensi air.

Meningkatkan kelembaban tanah
Banyak praktek pertanian dan pengelolaan lahan yang berkelanjutan dapat meningkatkan retensi air. Beberapa upaya untuk menjaga kelembaban tanah:

  1. memberi sampah organik, tanaman penutup dan mulsa
  2. konservasi pertanian
  3. pengetahuan dasar tentang irigasi yang presisi atau efisien. efisiensi penggunaan air, mengurangi penggunaan pestisida, dan memperbaiki kesehatan tanah bisa
    meningkatkan rata-rata hasil panen sebesar 79%.
  4. konservasi tanah
  5. menangkap run off dari tanah sekitar
  6. meniadakan pengolahan tanah (zero tillage)
  7. mengumpulkan atau memanen air hujan

Sumber: FAO

%d blogger menyukai ini: